Selasa, 24 Maret 2015

TUGAS PENGANTAR BISNIS

KELOMPOK 9
TUGAS SOAL HALAMAN 367-368
Riski Robi Pratama
Roudlotul Jannah
Ana Kurniawati
Dimas Sadewa


1.    Bicaralah pada beberapa teman anda tentang topik motivasi. Apa yang memotivasi mereka untuk bekerja keras atau untuk tidak bekerja keras di sekolah dan dalam pekerjaan? seberapa penting motivasi diri bagi mereka?
Jawab :
A. Motivasi Bekerja Keras dalam ''Sekolah"
a)      Mewujudkan masa depan yang lebih cerah
b)      Membanggakan Orang tua
c)      Mendapatkan pekerjaan yang diinginkan setelah lulus
d)     Jadi kebanggaan di sekolahnya

B.  Motivasi Bekerja Keras dalam "Bekerja”
a)      Membahagiakan orang tua
b)      Melunasi hutang/tunggakan ( Cicilan Motor,Cicilan Mobil Dll )
c)       Membahagiakan Anak,Istri dan Keluarga
d)     Memiliki rencana untuk memiliki rumah atau usaha sendiri

Dari penjelasan diatas motivasi sangatlah penting bagi diri kita, karena Motivasi merupakan  suatu perubahan energi dalam diri(pribadi) seseorang, yang di tandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai suatu tujuan. entah itu motivasi kita saat sekolah atau pun bekerja, karena dengan kita memiliki motivasi kita memiliki semangat untuk mengejar tujuan - tujuan kita yang sebelumnya kita sudah rencanakan,dan dengan kita memiliki motivasi, kita berhasrat untuk selalu jadi lebih baik lagi di setiap apa yang sedang kita kerjakan saat ini. Sehingga perlu sekali adanya motivasi baik itu dari dalam diti kita sendiri maupun dari luar, Karena faktor-faktor yang memotivasi itu sendiri sebetulnya juga sangat berpengaruh.
2.    Lihatlah hierarki kebutuhan Maslow dan cobalah untuk menentukan dimana anda berada saat ini dalam hierarki tersebut. Kebutuhan apakah yang belum anda penuhi? Bagaimana sebuah perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan itu dan oleh karenanya  memotivasi anda untuk bekerja lebih baik dan  lebih keras ?
Jawab :
Dalam Hierarki kebutuhan maslow, dijelaskan adanya tingkatan kebutuhan yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan, kebutuhan social, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Dimana dari ke lima hal diatas, kita sudah berada pada  kebutuhan fisiologis, keselamatan, social, dimana kita sudah berada di lingkungan kampus dan pekerjaan, serta kebutuhan harga diri. Namun untuk kebutuhan akan aktualisasi itu sendiri kita merasa belum terealisasikan. Karena  untuk mengembangkan potensi tertinggi untuk kita yang masih mempunyai wawasan dan pengalaman yang minim perlu adanya pembelajaran dan pengalaman serta wawasan yang tinggi. Namun, lingkaran kebutuhan Sosial ini kita berusaha untuk nantinya bisa mencapai pada kebutuhan aktualisasi diri,
Usaha perusahaan untuk memenuhi kebutuhan kami yang belum tercapai ini perusahaan membuka kesempatan bagi kami di pekerjaan masing - masing untuk menepati posisi yang lebih baik,dengan posisi yang semakin meningkat atau lebih baik lagi dibutuhkan faktor - faktor untuk mempromosikan kami salah satu contohnya adalah Pendidikan,jadi dengan demikian masing-masing individu  dari kami sangatlah termotivasi dan bersemangat untuk itu,dan jalan atau cara kami untuk meraihnya adalah dengan melanjutkan pendidikan kami ( Kuliah ) dengan demikian perusaahan akan mempertimbangkan kami untuk menempati posisi yang kami inginkan di perusahaan kami bekerja.


3.    Sebuah ide manajerial baru-baru ini adalah untuk membiarkan karyawan bekerja dalam tim yang mandiri. Tidak ada alas an mengapa tim seperti ini tidak dapat di bentuk di perguruan tinggi dna bisnis. Diskusikanlah keuntungan dan kerugian dari membagi kelas  anda menjadi itm-tim mandiri untuk tujuan belajar, mengerjakna kasus- kasus, dan lain-lain?
Jawab :
Berbicara mengenai sebuah Team, kita bisa mengambil contoh dari  “Team Mustang Sally”, Sebuah Team pengembangan produk mobil di Ford Motor Company. Team ini diberi kebebasan untuk membuat keputusan tanpa menunggu persetujuan dari markas besar atau departemen lain. Ketika muncul sebuah permasalahan dalma MOBIL MUSTANG,  Team-team ini termotivasi untuk menyelesaikan program sesuai jadwal, bekerja berjam-jam sehingga pada akhirnya Mobil Mustang merupakan mobil trelaris di industri mobil. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan
KEUNTUNGAN  MEMBENTUK TEAM MANDIRI:
1.    Pekerjaan lebih bervariasi
Anggota tim mandiri tidak selalu mengrjakan pekerjaan yang sama setiap harinya. Individu dapat merotasi peranana, mungkin beberapa kali dalam saru hari, hal ini akan membantu pekerjaan sehari-hari menjadi lebih menarik.
2.    Lebih banyak kebebasan untuk membuat dan menindaklanjuti keputusan yang benar.
Sebagai anggota sebuah tim, anda harus berpartisipasi dalam sebuah keputusan.
3.    Meningkatkan kesempatan un tuk mempelajari sesuatu hal yang baru.
semakin banyak keahlian ynag anda miliki, anada akan semakin berharga bagi perusahaan tempat anda bekerja sekarang maupun yang akan datang.
4.    Menciptakan komunikasi terbuka yang baik antar rekan, sehingga Manajer puncak maupun anggota team memahami objektif dan bekerja sama untuk mencapai suatu misi dan visi.
5.    Membuka peluang untuk berinteraksi antar team satu dengan yang lain, sehingga akan didapatkan berbagai variasi

KERUGIAN MEMBENTUK TEAM MANDIRI:
1.    Keengganan untuk berubah
Banyak orang berpangku pada kebiasaan mereka yang berpendapat bahwa hidup akan lebih mudah bila tidak terjadi perubahan.
2.    penghindaran dari peran koordiantor Team
anggota team mandiri biasanya , nersama-sama memegang sebagai coordinator tim. Peran iyu dapat di putar setiap delapan atau dua belas minggu sekali (tergantung dari sifat masing-masing tim). koordinator tim bertugas melaporkan kemajuan tim kepada manajemen yang lebih tinggi.
3.    Rasa takut di salahkan
Beberapa orang enggan menerima tanggung jawab baru karena takut di salahkan bila terjadi masalah.
4.    Keahlian dan kemampuan yang terbatas.
Tidak ada anggota tim mandiri yang  dipaksa melakukan sesuatu yang melewati batas kemampuan. Semua orang memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda.
5.    Mengatasi maslah kedisiplinan
Mungkin tidak mudah bagi tim untuk menghadapi anggota yang bermaslaah, tetapi karena disiplin memiliki pengaruh yang cukup besar dalam moral dan dinamika tim masalah ini harus di atasi.
6.    Rasa takut akan sesuatu yang tidak di ketahui
Bagi sebagian orang, tidak mudah melepaskan dua hal tersebut dan memasuki tim mandiri yang keadaannya tidak mereka ketahui

4.    Pikirkan semua kelompok dengan siapa anda telah berhubungan selama bertahun-tahun, kelompok olahraga, kelompok persahabatan, dan lain-lain. Dan berusahalah untuk mengingat bagaiamnaa para pemimpin kelompok tersebut memotivasi  kelompok itu untuk bertindak. Apakah para pemimpin memiliki sikap Teori X atau Teori Y? Seberapa seriing uang digunakan sebagai motivator? Apa saja alat motivasional lainnya yang digunakan dan apakah efeknya?
Jawab :
Berbagai kelompok mungkin mempunyai keberagaman dalam hal mengambil tindakan dan  keputusan, tidak semua mempunyai kesamaan yang mendasar. jika dalam pertanyaan ini menanyakan pemimpin memiliki sekap teori X atau teori Y? Menurut beberapa pengalaman yang saya dan teman-teman  dapat, kepemimpinan  dalam sebuah kelompok atau komunitas yang pernah kita ikuti cenderung lebih mempunyai sikap teori Y. Dimana kita tidak harus dikekang ketika kita dibebani sebuah pekerjaan. Kita di berikan kebebasan untuk menyelesaikan tugas dan masalah, menggunakan keahlain dan imajinasi. Tidak harus dikekang dan dikendalikan dengan ketat. Kita diberikan hak untuk berdemokrasi. Dimana pengambilan keputusan yang kooperatif. Kita bisa bekerjasama antar rekan kerja, mengutamankana mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Melakukan segala aktifitas pekerjaan seperti halnya kegiatan sehari-hari. Dan memberikan penghargaan setiap satu tahun sekali kepada para pekerja yang sudah bekrja dengan baik, dan mendapatkan prestasi yang baik dalam perusahaan itu. Sebagaimana asumsi teori Y Adalah menggangap para karyawan adalah sebagai rekan kerja, dan menyukai gaya kepemimpian yang demokratis.
Memang kebanyakan pada umumnya uang merupakan hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan. Jadi tidak salah jika peran uang sebagai motivator adalah sangat berperan sekali. Uang disini di butuhkan untuk menunjang agar pencapaian tujuan-tujuan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Dengan pengunaan uang sebagai alat motivator disini, membuat individu bersemangat dan termotivasi untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan secara baik, efisien, dna maksimal. Adapun  beberapa teori tentang peran uang sebagai alat motivator.
Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan) 
Fungsi uang pada teori ini adalah akan memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dengan adanya kepastian tambahan imbalan yang diberikan. Imbalan berupa uang akan lebih meyakinkan karyawan bahwa harapan untuk mendapatkannya terbuka cukup besar. Dan ketika seorang karyawan menyadari hal tersebut maka ia akan termotivasi untuk berupaya mendapatkannya. 
Teori Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku 
Fungsi uang pada teori ini adalah membuat manusia cenderung mengalami percepatan dalam melakukan perubahan perilaku. Karena manusia cenderung akan mengulangi perilaku yang mempunyai konsekuensi menguntungkan bagi dirinya dan mengelakkan perilaku yang menimbulkan konsekuensi yang merugikan. 
Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi 
Fungsi uang pada teori ini adalah memberi nilai kepuasan lebih atas prestasi yang telah dicapai seorang karyawan. Tingkat prestasi karyawan dapat diukur dengan bonus yang diberikan, misalnya dua orang dengan jabatan yang sama akan mendapatkan bonus yang berbeda bila salah satunya selalu tepat menyelesaikan pekerjaan, sering bekerja lembur, atau beretika baik dalam berorganisasi. Dengan adanya imbalan pada prestasi yang dilakukan dalam organisasi maka karyawan akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. 
Alat motivator lain adalah bisa dengan Reward , Punishment,serta kompensasi yang juga merupakan alat motivator yang efektif.
Efeknya adalah  sebagaimana tujuan dari pada motivasi adalah sebagai berikut:
a.       Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
b.      Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
c.       Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan
d.      Meningkatkan kedisiplinan karyawan.
e.       Mengefektifkan pengadaan karyawan.
f.       Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
g.      Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.
h.      Meningkatkan kesejahteraan karyawan.
i.        Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.
j.        Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku

Para karyawan lebih siap dan aktif dalam bekerja, lebih disiplin dan kreatif dalam melakukan berbagai perbaikan dalam pekerjaannya untuk bisa lebih baik lagi.

5.    Herzberg menyimpulkan bahwa bayaran bukanlah motivator. Apabila anda di bayar untuk mendapatkan nilai yang lebih baik, akankah anda termotivasi untuk belajar lebih keras? Dalam pengalaman pekerjaan anda, pernakah anda bekerja lebih keras untuk mendapatkan pujian atau sebagaian hasil dari menerima  kenaikan yang besar ? apakah anda setuju dengan Herzberg ?

Jawab :
Mungkin kebanyakan orang akan menjawab Iya, namun perlu kita tahu uang bukanlah motivator yang unggul, tetapi rasa pencapaian dan pengakuan untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Apabila kita skeptis akan hal ini kita bisa berfikir keterbatasan uang sebagai kekuatan motivasi. Namun, karena kita pekerja, kita juga selayaknya harus berbakti terhadap perusahaan, sebab perusahaan sudah memberikan kewajibannya berupa upah kepada karyawannya, begitupun sebaliknya perusahaan juga menuntut hak-haknya agar kita sebagai karyawan harus memberikan seseuatu yang terbaik untuk perusahan agar perusahaan tidak merasa dirugikan atas pemberian upah adan fasilitas kepada karyawan.
Pernah, karena perusahaan tidak segan-segan memberikan sebuah penghargaan ataupun sebuah pujian terhadap karyawan yang menunjukkan kinerjanya berupa mencapai target omset yang diberikan perusahaan.

Kurang  setuju, karena dengan gaji yang besar serta sebuah Penghargaan yang  di berikan kepada karyawan akan lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi dan kinerjanya terhadap perusahaan agar perusahaan meraih tujuan yang sudah ditentukan. jika tidak ada nya  bayaran yang bagus, keamanan pekerjaan, penyelia yang ramah, dan hal yang serupa dapat menyebabkan ketidak puasa, tetapi kehadiran faktor-faktor itu tidak memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, faktor-faktor itu hanya memberikan kepuasan dan kesenangan dalam situasi kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar