Minggu, 04 Januari 2015

Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing

TUGAS PPKN
“Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing”






OLEH :
Kelompok 5
Ana Kurniawati
Roudlotul Jannah
Nur Siska Mulyani
Sri Nur Hayati
Dimas Sadewa
Andrean Rahman
Catra Yanuar Sutikno
Riski Robi Pratama
Arif Setyawan
Joko Sasmito

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

TEMA : “Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing”


LATAR BELAKANG
Sudah kita ketahui bahwa kemajuan di bidang teknologi serta semakin menonjolnya Globalisasi memberi peluang terjadinya infiltrasi budaya barat sebagai ukuran tata nilai dunia. Sehingga tidak jarang terjadi, demi kepentingan suatu Negara, sebuah Negara terpaksa menerima masuknya budaya barat yang belum tentu sesuai dengan situasi kondisi Negara itu sendiri. Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar.
Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya.  Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia.

PERMASALAHAN
Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya, akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati  berbagai seni pertunjukkan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja dapat kita lihat dengan kasat mata, dalam realita sekarang ini, tarian remo yang merupakan tarian tradisional dari Surabaya yang sekarang ini tengah mengalami mati suri. Padahal, tahun 1990-an, tarian ini masih Berjaya di Jawa Timur. Sedangkan untuk sekarang ini tarian remo bergeser dengan adanya tarian modern yang banyak kita ketahui sekarang, dan yang sedang popular di kehidupan masyarakat sekarang, termasuk masyarakat Surabaya itu sendiri, seperti Dance, Hip hop, Rap, dan lain sebagainya.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
1.     Masuknya Budaya asing (modern), kita sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai hak penuh atas kebudayaan tersebut, seharusnya melestarikannya , bukan malah mengesampingkannya dengan berbagai alasan, Seperti takut di bilang ketinggalan zaman, takut dibilang kuper, katrok, dan sebagainya.
2.    Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal, sehingga banyaknya budaya asing yang mausk tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
3.    Minimnya komunikasi budaya mengakibatkan terjadinya salah paham budaya yang kita anut, serta menimbulkan perselisihan antar suku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
4.    Kurangnya penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia, dalam gerbang wilayah indonesaia, sepertinya kurang adanaya seleksi khusus yang bisa menyeleksi budaya asing negative di Indonesia.
5.    Penyalahgunaan teknologi, seperti sempat kita bahas pemanfaatan teknologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asli, seperti internet yang digunakan untuk hal-hal yang negatif.

SOLUSI
          Melestarikan kebudayaan daerah masing-masing dengan cara:
1.     Mengembangkan tarian tradisional di kegiatan ekstrakulikuler
2.    Menyediakan fasilitas sanggar untuk perkembangan tarian tradisional.
3.    Menciptakan kolaborasi antara tarian tradisional dengan tarian modern, agar geberasi muda tertarik.
4.    Kebijakan Pemerintah untuk mengayomi dan melindungi keaslian dan perkembangan secara estetis.
5.    Masyarakat juga harus menjaga dan mencintai kesenian yang ada pada daerahnya masing-masing dan mengerjakan pada generasi muda agar ada revitalisasi kepada generasi muda, sehingga kebudayaan tersebut tidak punah.
6.    Sebagai masyarakat atau pelaku kesenian tradisional harus membantu mempromosikan dengan mengenalkan budaya dan kesenian yang ada di Indonesia kepada masyrakat global.
Dengan kata lain intinya, salah satu cara untuk melestarikan budaya tradisional adalah sikap dan perilaku dari masyarakatnya sendiri. Jika dalam diri setiap masyarakat terdapat jiwa nasionalis yang dominan, melestarikan budaya tradisional merupakan suatu kebanggaan, tapi generasi muda sekarang ini justru beranggapan yang sebaliknya, sehingga mereka menggagap melestarikan budaya itu suatu paksaan. Jadi kelestarian budaya tradisional itu juga sangat bergantung pada jiwa nasionais generasi mudanya. Sebagai para generasi muda penerus bangsa, jiwa dan sikap nasionalis sangatlah diperlukan. Bukan hanya untuk kepentingan politik saja kita dituntut untuk berjiwa nasionalis, tetapi dalam mempertahankan dan melestarikan budayapun juga demikian. Kita butuh untuk menyadari bahwa untuk mempertahankan budaya peninggalan sejarah itu tidak mudah. Butuh pengorbanan yang besar pula. Oleh karenanya tak cukup apabila hanya ada satu generasi muda yang mau untuk tapi yang lain masa bodoh. Dalam melakukannya dibutuhkan kebersamaan untuk saling mendukung dan mengisi satu sama lain. Dalam kata lain dalam menjaga kelestarian budaya juga diperlukan kekompakan untuk saling mengisi dan mendukung.

KESIMPULAN
Kemajuan di bidang teknologi serta semakin menonjolnya Globalisasi memberi peluang terjadinya infiltrasi budaya barat sebagai ukuran tata nilai dunia. Sehingga tidak jarang terjadi, demi kepentingan suatu Negara, sebuah Negara terpaksa menerima masuknya budaya barat yang belum tentu sesuai dengan situasi kondisi Negara itu sendiri. Dengan Masuknya Budaya asing (modern), dan datangnya perubahan sosial tersebut, Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya, akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati  berbagai seni pertunjukkan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Kita sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai hak penuh atas kebudayaan tersebut, seharusnya melestarikannya , bukan malah mengesampingkannya dengan berbagai alasan, Seperti takut di bilang ketinggalan zaman, takut dibilang kuper, katrok, dan sebagainya. Sehingga untuk meminimalkan akibat dati realita tersebut, perlu adanya suatu solusi, salah satunya yaitu dengan cara :
1.     Mengembangkan tarian tradisional di kegiatan ekstrakulikuler
2.    Menyediakan fasilitas sanggar untuk perkembangan tarian tradisional.
3.    Menciptakan kolaborasi antara tarian tradisional dengan tarian modern, agar generasi muda tertarik. Dan dengan kata lain salah satu cara untuk melestarikan budaya tradisional adalah sikap dan perilaku dari masyarakatnya sendiri. Jika dalam diri setiap masyarakat terdapat jiwa nasionalis yang dominan, melestarikan budaya tradisional merupakan suatu kebanggaan, tapi generasi muda sekarang ini justru beranggapan yang sebaliknya, sehingga mereka menggagap melestarikan budaya itu suatu paksaan.