TUGAS PPKN
“Tergesernya Budaya
Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing”
OLEH :
Kelompok 5
Ana
Kurniawati
Roudlotul
Jannah
Nur
Siska Mulyani
Sri
Nur Hayati
Dimas
Sadewa
Andrean
Rahman
Catra
Yanuar Sutikno
Riski
Robi Pratama
Arif
Setyawan
Joko
Sasmito
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURABAYA
TEMA : “Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing”
LATAR BELAKANG
Sudah kita ketahui
bahwa kemajuan di bidang teknologi serta semakin menonjolnya Globalisasi memberi
peluang terjadinya infiltrasi budaya barat sebagai ukuran tata nilai dunia.
Sehingga tidak jarang terjadi, demi kepentingan suatu Negara, sebuah Negara
terpaksa menerima masuknya budaya barat yang belum tentu sesuai dengan situasi
kondisi Negara itu sendiri. Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat
tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang
lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai
dan norma social merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu
pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar.
Komunikasi dan
sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap
bangsa. Peristiwa
transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan
kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah
kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi
informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif
tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik
jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat
bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal
dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang
demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari
kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat
Indonesia.
PERMASALAHAN
Dengan datangnya
perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem
ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser
ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat
ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya, akibatnya masyarakat tidak
tertarik lagi menikmati berbagai seni
pertunjukkan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka.
Misalnya saja dapat kita lihat dengan kasat mata, dalam realita sekarang ini,
tarian remo yang merupakan tarian tradisional dari Surabaya yang sekarang ini
tengah mengalami mati suri. Padahal, tahun 1990-an, tarian ini masih Berjaya di
Jawa Timur. Sedangkan untuk sekarang ini tarian remo bergeser dengan adanya
tarian modern yang banyak kita ketahui sekarang, dan yang sedang popular di
kehidupan masyarakat sekarang, termasuk masyarakat Surabaya itu sendiri,
seperti Dance, Hip hop, Rap, dan lain sebagainya.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
1.
Masuknya Budaya asing (modern), kita sebagai warga Negara
Indonesia yang mempunyai hak penuh atas kebudayaan tersebut, seharusnya
melestarikannya , bukan malah mengesampingkannya dengan berbagai alasan,
Seperti takut di bilang ketinggalan zaman, takut dibilang kuper, katrok, dan
sebagainya.
2.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal,
sehingga banyaknya budaya asing yang mausk tidak sesuai dengan perkembangan
zaman.
3.
Minimnya komunikasi budaya mengakibatkan terjadinya salah
paham budaya yang kita anut, serta menimbulkan perselisihan antar suku yang
akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
4.
Kurangnya penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia,
dalam gerbang wilayah indonesaia, sepertinya kurang adanaya seleksi khusus yang
bisa menyeleksi budaya asing negative di Indonesia.
5.
Penyalahgunaan teknologi, seperti sempat kita bahas
pemanfaatan teknologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asli, seperti
internet yang digunakan untuk hal-hal yang negatif.
SOLUSI
Melestarikan kebudayaan daerah
masing-masing dengan cara:
1.
Mengembangkan tarian tradisional di kegiatan ekstrakulikuler
2.
Menyediakan fasilitas sanggar untuk perkembangan tarian
tradisional.
3.
Menciptakan kolaborasi antara tarian tradisional dengan
tarian modern, agar geberasi muda tertarik.
4.
Kebijakan Pemerintah untuk mengayomi dan melindungi keaslian
dan perkembangan secara estetis.
5.
Masyarakat juga harus menjaga dan mencintai kesenian yang ada
pada daerahnya masing-masing dan mengerjakan pada generasi muda agar ada
revitalisasi kepada generasi muda, sehingga kebudayaan tersebut tidak punah.
6.
Sebagai masyarakat atau pelaku kesenian tradisional harus
membantu mempromosikan dengan mengenalkan budaya dan kesenian yang ada di
Indonesia kepada masyrakat global.
Dengan kata lain intinya, salah satu cara untuk
melestarikan budaya tradisional adalah sikap dan perilaku dari masyarakatnya
sendiri. Jika dalam diri setiap masyarakat terdapat jiwa nasionalis yang
dominan, melestarikan budaya tradisional merupakan suatu kebanggaan, tapi
generasi muda sekarang ini justru beranggapan yang sebaliknya, sehingga mereka menggagap
melestarikan budaya itu suatu paksaan. Jadi kelestarian budaya tradisional itu
juga sangat bergantung pada jiwa nasionais generasi mudanya. Sebagai
para generasi muda penerus bangsa, jiwa dan sikap nasionalis sangatlah
diperlukan. Bukan hanya untuk kepentingan politik saja kita dituntut untuk
berjiwa nasionalis, tetapi dalam mempertahankan dan melestarikan budayapun juga
demikian. Kita butuh untuk menyadari bahwa untuk mempertahankan budaya
peninggalan sejarah itu tidak mudah. Butuh pengorbanan yang besar pula. Oleh
karenanya tak cukup apabila hanya ada satu generasi muda yang mau untuk tapi
yang lain masa bodoh. Dalam melakukannya dibutuhkan kebersamaan untuk saling
mendukung dan mengisi satu sama lain. Dalam kata lain dalam menjaga kelestarian
budaya juga diperlukan kekompakan untuk saling mengisi dan mendukung.
KESIMPULAN
Kemajuan di bidang
teknologi serta semakin menonjolnya Globalisasi memberi peluang terjadinya
infiltrasi budaya barat sebagai ukuran tata nilai dunia. Sehingga tidak jarang terjadi,
demi kepentingan suatu Negara, sebuah Negara terpaksa menerima masuknya budaya
barat yang belum tentu sesuai dengan situasi kondisi Negara itu sendiri. Dengan
Masuknya Budaya asing (modern), dan datangnya perubahan sosial tersebut,
Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan
fungsinya, akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukkan tradisional yang
sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Kita sebagai warga Negara Indonesia
yang mempunyai hak penuh atas kebudayaan tersebut, seharusnya melestarikannya ,
bukan malah mengesampingkannya dengan berbagai alasan, Seperti takut di bilang
ketinggalan zaman, takut dibilang kuper, katrok, dan sebagainya. Sehingga untuk
meminimalkan akibat dati realita tersebut, perlu adanya suatu solusi, salah
satunya yaitu dengan cara :
1.
Mengembangkan tarian tradisional di kegiatan ekstrakulikuler
2.
Menyediakan fasilitas sanggar untuk perkembangan tarian
tradisional.
3.
Menciptakan kolaborasi antara tarian tradisional dengan
tarian modern, agar generasi muda tertarik. Dan dengan kata lain salah satu
cara untuk melestarikan budaya tradisional adalah sikap dan perilaku dari
masyarakatnya sendiri. Jika dalam diri setiap masyarakat terdapat jiwa
nasionalis yang dominan, melestarikan budaya tradisional merupakan suatu
kebanggaan, tapi generasi muda sekarang ini justru beranggapan yang sebaliknya,
sehingga mereka menggagap melestarikan budaya itu suatu paksaan.