TUGAS
PPKN
MAKALAH
“NILAI-NILAI
BUDAYA MASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN DI ERA GLOBALISASI”
Oleh :
(Kelompok 10)
Roudlotul Jannah
Riski Robi Pratama
Andrian Rahman
Nur Siska Mulyani
Ana Kurniawati
Dimas Sadewa
Sri Nurhayati
Catra Yanuar Sutikno
Arif Setiyawan
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2014
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kemajemukan
masyarakat Indonesia menunjukkan suatu aneka warna yang besar dalam hal
nilai-nilai budaya dan bahasa. Hal tersebut menjadikan mayoritas masyarakat
Indonesia bangga akan Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan bangsa Indonesia
itu sendiri.
Namun
kita ketahui bahwa bangsa Indonesia tidak akan mungkin bisa mengelak dari
adanya era globalisasi. Di era globalisasi ini kebiasaan-kebiasaan orang barat
yang telah membudaya hampir dapat kita saksikan setiap hari melalui media
elektronik dan cetak serta internet yang celakanya kebudayaan orang-orang barat
tersebut bersifat negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma kita dan
ditonton serta ditiru oleh orang-orang kita terutama para remaja yang
menginginkan kebebasan seperti orang-orang barat. Kebudayan-kebudayaan barat
tersebut dapat kita mulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada
pergaulan dengan lawan jenis.
Globalisasi
merupakan suatu proses perubahan sosial yang menyebabkan seseorang atau
sekelompok orang maupun satu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan.
Salah satu penyebab globalisasi adalah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi.
Oleh karna itu di era globalisasi ini banyak kemudahan-kemudahan yang
menyebabkan budaya-budaya asing dapat dengan mudah masuk ke dalam suatu negara.
Sehingga di sini
globalisasi mengakibtakan banyaknya perubahan terhadap nilai-nilai budaya
masyarakat Indonesia. Dimana Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus
dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang
dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggung
jawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena
ketahanan budaya merupakan salah satu identitas suatu negara. Kebanggaan bangsa
indonesia akan budaya yang beraneka ragam sekaligus mengundang tantangan bagi
seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak hilang ataupun
dicuri oleh bangsa lain. Terutama jangan sampai nilai-nilai budaya kita
mendapat pengaruh dan efek yang negative dari globalisasi. Karena bila dilihat dari
budaya konsumtif, instan, stail, gaya hidup dan lain-lain. Budaya globalisasi
tidak dapat dibendung, ditentang, apalagi ditolak. Yang mesti kita lakukan
sekarang ini adalah bagaimana budaya globalisasi mendatangkan manfaat bagi
budaya Indonesia, serta bagaimana memfilterisasi budaya tersebut yang
mempengaruhi pada pola fikir kebudayaan bangsa Indonesia.
ISI
A.
Permasalahan
Dampak dari pengaruh globalisasi dan
teknologi pun sudah mulai kita rasakan. Kita ambil contoh saja dari sebuah permaianan anak-anak. Sebelum era globalisasi
ini muncul, masih banyak sekali permainan rakyat yang identik dengan kebudayaan
di berbagai daerah masing-masing. seperti permainan congklak, gasing, bekel,
kelereng, petak umpet, dan lain-lain.
Namun yang terjadi saat ini bahwa
globalisasi dan teknologi telah mengubah semuanya. Mungkin sekarang yang ada,
banyak anak kecil yang sudah tidak mengenal permainan congklak, dan sudah
jarang pula kita melihat anak-anak yang duduk bersama untuk bermain bekel.
Melainkan yang terjadi saat ini banyak anak-anak yang lebih memilih bermain
didepan komputer, laptop, atau bahkan anak-anak sekarang sudah mulai sibuk
dengan handphone yang ada digenggamannya. Yang semua itu sudah tidak asing lagi
untuk kita jumpai
B.
Pembahasan
Dari contoh permasalahan di atas, akan
kita pahami dan kita ulas lebih dalam
lagi mengenai Nilai-nilai Budaya Masyarakat dalam Kehidupan di Era Globalisasi.
1. Pengertian Nilai-nilai Budaya
Nilai-nilai
Budaya Lokal Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Budaya lahir dan
dikembangkan oleh manusia, melalui akal dan pikiran, kebiasaan dan tradisi.
Setiap manusia memiliki kebudayaan tersendiri, bahkan budaya diklaim sebagai
hak paten manusia.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai-
nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi,
lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe),
simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan
lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau
sedang terjadi.
2. Globalisasi dan Budaya
Arus globalisasi
yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat
dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya
pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang
terpengaruh adalah kebudayaan.
Terkait dengan kebudayaan, Kebudayaan
dapat didefinisikan sebagai wujudnya. Yang mencakup gagasan atau ide dimana hal
– hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Kesenian yang
merupakan bagian dari kebudayaan bagi bangsa Indonesia merupakan salah satu
kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk
keseniaannya.
Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan
pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah
dunia secara mendasar. Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat
tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang
lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai
dan norma social merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu
pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan
sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap
bangsa.
Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan
berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional
kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga
kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin
canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan
dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan
dengan kesenian tradisional kita.
Dari penjelasan di atas, jika di sangkut pautkan dengan
contoh permasalahan yang terjadi , globalisasi benar-benar telah mengubah pola
kehidupan masyarakat. Anda mungkin masih ingat, dimana saat
kecil anda bermain petak umpet, gobak sodor, kelereng, main kasti, bentengan,
dan permainan lainnya. Dimana permainan - permainan tersebut pernah berjaya
pada zamannya. Saat ini mungkin sangat sulit bagi kita untuk menjumpai
anak-anak yang berkumpul sambil bermain petak umpet ataupun yang lainnya
disekitar kita, melainkan kita akan menjumpai anak-anak yang cenderung
menghabiskan waktunya di depan komputer, bermain game console, game online
maupun bermain bersama gadget-nya. Lantas bagaimana kabar dari permainan
tradisional yang digandrungi anak-anak dahulu?
Saat
ini permainan anak-anak kebanyakan didominasi oleh permainan game online, game
console, serta permainan - permainan digital lainnya yang lebih modern.
Anak-anak zaman sekarang mungkin beranggapan bahwa permainan tradisional itu
sudah kuno dan tidak modern. Disamping itu juga dengan terus berkembangnya
teknologi game yang ada , seakan-akan terus memanjakan para pecinta game yang
ada , khusunya pada anak-anak.
Beberapa
factor yang membuat permainan tradisional ini menghilang adalah :
a. Pengaruh globalisasi
b. Perkembangan teknologi yang semakin canggih
c. keterbatasan tempat dan lahan yang tersedia untuk tempat
bermain anak-anak
d. paradigma pemikiran orang tua anak tersebut yang mengarah
pada pemikiran yang praktis
e. Terputusnya pewarisan budaya yang dilakukan oleh generasi
sebelumnya dimana mereka tidak sempat mencatat, mendata, dan mensosialisasikan
sebagai produk budaya masyarakatnya kepada generasi di bawahnya.
Pada dasarnya sebenarnya permainan tradisional tersebut
mengandung banyak hal positif didalamnya. Secara tidak langsung permainan -
permainan tradisional mengajarakan pada anak-anak tentang kesederhanaan,
melatih anak agar bermental sportif, melatih percaya diri anak, mudah bergaul
dengan sekitar, memicu kreatifitas anak, menyehatkan serta melatih ketangkasan
anak dan hal-hal positif lainnya dan tentunya tidak monoton.
Jika melihat fenomena yang ada saat ini, sangat
disayangkan sekali melihat anak-anak sekarang yang kebanyakan dari mereka
menghabiskan waktunya di warnet ataupun game center yang ada disekitar tempat
tinggal mereka. Biasanya sepulang sekolah mereka bergegas ke tempat permainan
tersebut dan berjam-jam berada didepan layar monitor untuk main game online.
Jika hal ini dilakukan terus menerus dapat mengganggu kesehatan mata anak
tersebut, serta dapat berpengaruh pada jiwa dan psikis si anak tersebut. Karena
anak tersebut akan terus termotivasi untuk bermain lagi dan lagi sampai ia
benar-benar puas dengan mainannya tersebut, karena rasa keingintahuan pada
anak-anak sangatlah besar.
Demikian juga pada anak-anak yang yang bermain game console
seperti main Playstation, game tablet, PSP, handphone, dan sebagainya.
Jika melihat dari hal-hal diatas, memang
memprihatinkan melihat perilaku anak-anak zaman sekarang . Mereka kebanyakan
hanya mengetahui permaianan- permainan yang modern saja, dan kurang mengetahui
permainan - permainan yang tradisional . Umumnya hal seperti ini terjadi pada
anak-anak diperkotaan. Mungkin jika kita berkunjung ke suatu desa ataupun
kampung, kita masih bisa setidaknya menjumpai anak-anak yang bermain kelereng
ataupun petak umpet. Namun tak menutup
kemungkinan juga, jika dikampung pun sulit untuk menjumpai anak-anak yang
bermain permainan tradisional tersebut apalagi di kota yang notabene-nya serba
modern. Jika hal ini benar terjadi sangat miris melihat anak-anak kita
digenerasi mendatang. Dimana permainan tradisional yang sangat digandrungi
anak-anak zaman dahulu yang banyak terdapat hal positif, harus dijajah oleh
permainan - permainan modern yang serba canggih.
Akibat dari permainan modern :
a.
Cenderung membuat
mereka menjadi enggan untuk bersosilaisasi ataupun bermain dengan teman-teman
sebayanya.
b.
Mereka akan merasa
senang dan merasa asik dengan dunianya sendiri tanpa menghiraukan yang lain.
c.
Akan merasa sulit
bergaul didunia nyata.
d.
Perubahan perilaku
e.
Menimbulkkan
kerusakan pada mata karena terpaku berjam-jam pada layar.
C.
Solusi
Dalam mengatasi
banyaknya kebudayaan indonesia yang hilang, negara harus memperkokoh budaya
mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh
budaya asing. Pemerintah juga perlu
mengkaji ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya
bangsa. tentunya dalam mengatasi hal ini, tidak hanya dari pemerintah saja
melainkan juga seluruh masyarakat juga harus ikut berperan aktif.
Adapun yang harus kita
lakukan untuk mengatasi pengaruh globalisasi dan teknologi yang akan
menimbulkan pengaruh negatif bagi kebudayaan indonesia, serta berkurangnya rasa
nasionalisme yaitu:
a.
Menanamkan dan
mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya
b.
kita harus menumbuhkan
semangat nasionalisme terhadap masyarakat yakni dengan menumbuhkan semangat
mencintai produk-produk dalam negeri
c.
Regenasi, adanya
pengenalan dan informasi tentang permainan tradisional dari orang tua kepada
anak-anaknya. Orang tua juga bisa ikut berperan ketika anak bermain, orang tua
harusnya menjelaskan kepada anak bahwa stok permainan tradisional sangat
banyak. Indonesia ini sangat kaya akan permainan tradisional. Dari Sabang
sampai Merauke mempunyai permainan tradisional khas daerahnya masing-masing,
jadi anak tidak akan bosan dengan permainan tradisional karena permainan
tradisional di Indonesia sangat banyak
d.
Diadakanya pentas seni
yang mengangkat permainan tradisional didalamnya.
e.
Diadakan lomba tentang
permainan tradisional baik di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun
pemerintahan
f.
Dibuat undang-undang
untuk menjaga kelestarian permainan tradisional.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa
Faktor utama yang menyebabkan hilangnya permainan tradisional adalah derasnya
arus globalisasi dan modernisasi. Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib
melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang.
Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pun diperlukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang kuat
dalam mengantisipasi perubahan-perubahan di era globalisasi demi mempertahankan
nasionalisme dan keutuhan bangsa Indonesia.
B.
Saran
Permainan
tradisional harus tetap dipertahankan, dilestarikan dan dikenalkan kepada
anak-anak. Karena hal ini dapat membentuk psikomotorik anak dan perkembangan
pola pikir anak dan kepribadian anak untuk bisa bersosialisasi terhadap
lingkungannya dan sesamanya. Sehingga hubungan harmonis diantara semuanya dapat
terjaga.
Kita
sebagai penerus bangsa yang berjiwa modern harus tetap mencintai budaya
Indonesia dan kekayaan seni, alam, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Dan
juga pewarisan budaya yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya harus kita
sosialisasikan sebagai produk budaya masyarakat kepada generasi di bawah kita,
sehingga mereka tidak akan punah seperti permainan tradisional yang dikaji
dalam makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Abrams, MH. 1988. A Glossary of Literary Terms. Fort Worth:
Holt, Rinehart & Winston Inc. Alisyahbana, S.T. 1988. Kebudayaan sebagai
Perjuangan. Jakarta: Dian Rakyat.
Astrid S. Susanto Sunarjo (1993). Globalisasi dan komunikasi.
Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Setiawan,Ibnu Eko.2012.Permainan Tradisional Yang Mulai
Usang.
http://jalanjalanjauh.blogspot.com/2012/02/permainan-tradisional-yang-mulai-usang.html.
diakses tanggal 14 Mei 2013
http://www.isomwebs.com/2012/-pengaruh-globalisasi-terhadap-kebudayaan/
http://aggun-agus.blogspot.com/2011/10/melestarikan-budaya-indonesia-di-era.html
Ika.2010.Dampak Budaya Asing diIndonesia.(online)
(http://icalfirdaus.blogspot.com/2012/04/dampak-masuknya-budaya-asing-di.html
http://www.dakwatuna.com/2014/06/03/52491/hilangnya-permainan-tradisional-adalah-hilangnya-moralitas-dan-karakter-anak-bangsa/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar