Kamis, 01 Januari 2015



TUGAS PPKN
MAKALAH
“NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN DI ERA GLOBALISASI”


Oleh :
(Kelompok 10)
Roudlotul Jannah
Riski Robi Pratama
Andrian Rahman
Nur Siska Mulyani
Ana Kurniawati
Dimas Sadewa
Sri Nurhayati
Catra Yanuar Sutikno
Arif Setiyawan

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2014





PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kemajemukan masyarakat Indonesia menunjukkan suatu aneka warna yang besar dalam hal nilai-nilai budaya dan bahasa. Hal tersebut menjadikan mayoritas masyarakat Indonesia bangga akan Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan bangsa Indonesia itu sendiri.
Namun kita ketahui bahwa bangsa Indonesia tidak akan mungkin bisa mengelak dari adanya era globalisasi. Di era globalisasi ini kebiasaan-kebiasaan orang barat yang telah membudaya hampir dapat kita saksikan setiap hari melalui media elektronik dan cetak serta internet yang celakanya kebudayaan orang-orang barat tersebut bersifat negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma kita dan ditonton serta ditiru oleh orang-orang kita terutama para remaja yang menginginkan kebebasan seperti orang-orang barat. Kebudayan-kebudayaan barat tersebut dapat kita mulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada pergaulan dengan lawan jenis.
Globalisasi merupakan suatu proses perubahan sosial yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang maupun satu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan. Salah satu penyebab globalisasi adalah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi. Oleh karna itu di era globalisasi ini banyak kemudahan-kemudahan yang menyebabkan budaya-budaya asing dapat dengan mudah masuk ke dalam suatu negara.
Sehingga di sini globalisasi mengakibtakan banyaknya perubahan terhadap nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. Dimana Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu identitas suatu negara. Kebanggaan bangsa indonesia akan budaya yang beraneka ragam sekaligus mengundang tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak hilang ataupun dicuri oleh bangsa lain. Terutama jangan sampai nilai-nilai budaya kita mendapat pengaruh dan efek yang negative  dari globalisasi. Karena bila dilihat dari budaya konsumtif, instan, stail, gaya hidup dan lain-lain. Budaya globalisasi tidak dapat dibendung, ditentang, apalagi ditolak. Yang mesti kita lakukan sekarang ini adalah bagaimana budaya globalisasi mendatangkan manfaat bagi budaya Indonesia, serta bagaimana memfilterisasi budaya tersebut yang mempengaruhi pada pola fikir kebudayaan bangsa Indonesia.




ISI
A.      Permasalahan
Dampak dari pengaruh globalisasi dan teknologi pun sudah mulai kita rasakan. Kita ambil contoh saja dari sebuah  permaianan anak-anak. Sebelum era globalisasi ini muncul, masih banyak sekali permainan rakyat yang identik dengan kebudayaan di berbagai daerah masing-masing. seperti permainan congklak, gasing, bekel, kelereng, petak umpet, dan lain-lain.
Namun yang terjadi saat ini bahwa globalisasi dan teknologi telah mengubah semuanya. Mungkin sekarang yang ada, banyak anak kecil yang sudah tidak mengenal permainan congklak, dan sudah jarang pula kita melihat anak-anak yang duduk bersama untuk bermain bekel. Melainkan yang terjadi saat ini banyak anak-anak yang lebih memilih bermain didepan komputer, laptop, atau bahkan anak-anak sekarang sudah mulai sibuk dengan handphone yang ada digenggamannya. Yang semua itu sudah tidak asing lagi untuk kita jumpai
B.       Pembahasan
Dari contoh permasalahan di atas, akan kita pahami dan  kita ulas lebih dalam lagi mengenai Nilai-nilai Budaya Masyarakat dalam Kehidupan di Era Globalisasi.
1.      Pengertian Nilai-nilai Budaya
Nilai-nilai Budaya Lokal Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Budaya lahir dan dikembangkan oleh manusia, melalui akal dan pikiran, kebiasaan dan tradisi. Setiap manusia memiliki kebudayaan tersendiri, bahkan budaya diklaim sebagai hak paten manusia. 
Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
2.      Globalisasi dan Budaya
Arus  globalisasi  yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.
Terkait dengan kebudayaan, Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai wujudnya. Yang mencakup gagasan atau ide dimana hal – hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Kesenian yang merupakan bagian dari kebudayaan bagi bangsa Indonesia merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniaannya.
Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.
Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita.

Dari penjelasan di atas, jika di sangkut pautkan dengan contoh permasalahan yang terjadi , globalisasi benar-benar telah mengubah pola kehidupan masyarakat. Anda mungkin masih ingat, dimana saat kecil anda bermain petak umpet, gobak sodor, kelereng, main kasti, bentengan, dan permainan lainnya. Dimana permainan - permainan tersebut pernah berjaya pada zamannya. Saat ini mungkin sangat sulit bagi kita untuk menjumpai anak-anak yang berkumpul sambil bermain petak umpet ataupun yang lainnya disekitar kita, melainkan kita akan menjumpai anak-anak yang cenderung menghabiskan waktunya di depan komputer, bermain game console, game online maupun bermain bersama gadget-nya. Lantas bagaimana kabar dari permainan tradisional yang digandrungi anak-anak dahulu?
Saat ini permainan anak-anak kebanyakan didominasi oleh permainan game online, game console, serta permainan - permainan digital lainnya yang lebih modern. Anak-anak zaman sekarang mungkin beranggapan bahwa permainan tradisional itu sudah kuno dan tidak modern. Disamping itu juga dengan terus berkembangnya teknologi game yang ada , seakan-akan terus memanjakan para pecinta game yang ada , khusunya pada anak-anak.
Beberapa factor yang membuat permainan tradisional ini menghilang adalah :
a.       Pengaruh globalisasi
b.      Perkembangan teknologi yang semakin canggih
c.       keterbatasan tempat dan lahan yang tersedia untuk tempat bermain anak-anak
d.      paradigma pemikiran orang tua anak tersebut yang mengarah pada pemikiran yang praktis
e.       Terputusnya pewarisan budaya yang dilakukan oleh generasi sebelumnya dimana mereka tidak sempat mencatat, mendata, dan mensosialisasikan sebagai produk budaya masyarakatnya kepada generasi di bawahnya.

Pada dasarnya sebenarnya permainan tradisional tersebut mengandung banyak hal positif didalamnya. Secara tidak langsung permainan - permainan tradisional mengajarakan pada anak-anak tentang kesederhanaan, melatih anak agar bermental sportif, melatih percaya diri anak, mudah bergaul dengan sekitar, memicu kreatifitas anak, menyehatkan serta melatih ketangkasan anak dan hal-hal positif lainnya dan tentunya tidak monoton. Jika melihat fenomena yang ada saat ini, sangat disayangkan sekali melihat anak-anak sekarang yang kebanyakan dari mereka menghabiskan waktunya di warnet ataupun game center yang ada disekitar tempat tinggal mereka. Biasanya sepulang sekolah mereka bergegas ke tempat permainan tersebut dan berjam-jam berada didepan layar monitor untuk main game online. Jika hal ini dilakukan terus menerus dapat mengganggu kesehatan mata anak tersebut, serta dapat berpengaruh pada jiwa dan psikis si anak tersebut. Karena anak tersebut akan terus termotivasi untuk bermain lagi dan lagi sampai ia benar-benar puas dengan mainannya tersebut, karena rasa keingintahuan pada anak-anak sangatlah besar.
Demikian juga pada anak-anak yang yang bermain game console seperti main Playstation, game tablet, PSP, handphone, dan sebagainya. Jika melihat dari hal-hal diatas, memang memprihatinkan melihat perilaku anak-anak zaman sekarang . Mereka kebanyakan hanya mengetahui permaianan- permainan yang modern saja, dan kurang mengetahui permainan - permainan yang tradisional . Umumnya hal seperti ini terjadi pada anak-anak diperkotaan. Mungkin jika kita berkunjung ke suatu desa ataupun kampung, kita masih bisa setidaknya menjumpai anak-anak yang bermain kelereng ataupun petak umpet. Namun tak menutup kemungkinan juga, jika dikampung pun sulit untuk menjumpai anak-anak yang bermain permainan tradisional tersebut apalagi di kota yang notabene-nya serba modern. Jika hal ini benar terjadi sangat miris melihat anak-anak kita digenerasi mendatang. Dimana permainan tradisional yang sangat digandrungi anak-anak zaman dahulu yang banyak terdapat hal positif, harus dijajah oleh permainan - permainan modern yang serba canggih.
Akibat dari permainan modern :
a.         Cenderung membuat mereka menjadi enggan untuk bersosilaisasi ataupun bermain dengan teman-teman sebayanya.
b.         Mereka akan merasa senang dan merasa asik dengan dunianya sendiri tanpa menghiraukan yang lain.
c.         Akan merasa sulit bergaul didunia nyata.
d.        Perubahan perilaku
e.         Menimbulkkan kerusakan pada mata karena terpaku berjam-jam pada layar.

C.      Solusi
Dalam mengatasi banyaknya kebudayaan indonesia yang hilang, negara harus memperkokoh budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Pemerintah  juga perlu mengkaji ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa. tentunya dalam mengatasi hal ini, tidak hanya dari pemerintah saja melainkan juga seluruh masyarakat juga harus ikut berperan aktif.
Adapun yang harus kita lakukan untuk mengatasi pengaruh globalisasi dan teknologi yang akan menimbulkan pengaruh negatif bagi kebudayaan indonesia, serta berkurangnya rasa nasionalisme  yaitu:
a.         Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya
b.         kita harus menumbuhkan semangat nasionalisme terhadap masyarakat yakni dengan menumbuhkan semangat mencintai produk-produk dalam negeri
c.         Regenasi, adanya pengenalan dan informasi tentang permainan tradisional dari orang tua kepada anak-anaknya. Orang tua juga bisa ikut berperan ketika anak bermain, orang tua harusnya menjelaskan kepada anak bahwa stok permainan tradisional sangat banyak. Indonesia ini sangat kaya akan permainan tradisional. Dari Sabang sampai Merauke mempunyai permainan tradisional khas daerahnya masing-masing, jadi anak tidak akan bosan dengan permainan tradisional karena permainan tradisional di Indonesia sangat banyak
d.        Diadakanya pentas seni yang mengangkat permainan tradisional didalamnya.
e.         Diadakan lomba tentang permainan tradisional baik di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun pemerintahan
f.          Dibuat undang-undang untuk menjaga kelestarian permainan tradisional.







PENUTUP
A.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Faktor utama yang menyebabkan hilangnya permainan tradisional adalah derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pun diperlukan untuk  menumbuhkan semangat nasionalisme yang kuat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan di era globalisasi demi mempertahankan nasionalisme dan keutuhan bangsa Indonesia.

B.       Saran
Permainan tradisional harus tetap dipertahankan, dilestarikan dan dikenalkan kepada anak-anak. Karena hal ini dapat membentuk psikomotorik anak dan perkembangan pola pikir anak dan kepribadian anak untuk bisa bersosialisasi terhadap lingkungannya dan sesamanya. Sehingga hubungan harmonis diantara semuanya dapat terjaga. 
Kita sebagai penerus bangsa yang berjiwa modern harus tetap mencintai budaya Indonesia dan kekayaan seni, alam, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Dan juga pewarisan budaya yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya harus kita sosialisasikan sebagai produk budaya masyarakat kepada generasi di bawah kita, sehingga mereka tidak akan punah seperti permainan tradisional yang dikaji dalam makalah ini.







DAFTAR PUSTAKA
Abrams, MH. 1988. A Glossary of Literary Terms. Fort Worth: Holt, Rinehart & Winston Inc. Alisyahbana, S.T. 1988. Kebudayaan sebagai Perjuangan. Jakarta: Dian Rakyat.
Astrid S. Susanto Sunarjo (1993). Globalisasi dan komunikasi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Setiawan,Ibnu Eko.2012.Permainan Tradisional Yang Mulai Usang.
http://jalanjalanjauh.blogspot.com/2012/02/permainan-tradisional-yang-mulai-usang.html. diakses tanggal 14 Mei 2013
http://www.isomwebs.com/2012/-pengaruh-globalisasi-terhadap-kebudayaan/
http://aggun-agus.blogspot.com/2011/10/melestarikan-budaya-indonesia-di-era.html
Ika.2010.Dampak Budaya Asing diIndonesia.(online) (http://icalfirdaus.blogspot.com/2012/04/dampak-masuknya-budaya-asing-di.html

http://www.dakwatuna.com/2014/06/03/52491/hilangnya-permainan-tradisional-adalah-hilangnya-moralitas-dan-karakter-anak-bangsa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar