Selasa, 05 Mei 2015

PEMASARAN KOPERASI


Kelompok 3
Bagaimana analisis SWOT di terapkan dalam pemasaran koperasi ?
Jawab :
Analisis SWOT merupakan cara sistematis untuk mengidentifikasikan faktor-faktor  strenghts, weaknesses, opportunities dan  threats. Bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT menunjukkan peran penting dari identifikasi kekuatan dan kelemahan intern dalam pencarian  strategi yang efektif. Penerapan SWOT dalam pemasaran koperasi seperti halnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan. Dalam pemasaran koperasi kita harus bisa mencari peluang dengan baik , pertama dengan melakukan penelitian terhadap pasar yang di jadikan target , kita lakukan pendekatan terhadap lingkungan  tersebut. Kira-kira terdapat peluang apa tidak untuk kita jadikan sebagai anggota , kita tawari untuk menjadi anggota di koperasi. Mencari peluang dengan tetap memperhatikan adanya ancaman lain , misalnya ada pesaing sesame koperasi, maka bagaimana tindakan kita atau kekuatan (strength) untuk tetap bisa memperoleh keuntungan dari peluang tersebut.
Kelompok 4
Bagaimana mekanisme pasar koperasi bekerja dalam pasar oligopoli ?
Jawab :
Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar, baik secara independen maupun secara diam-diam bekerjasama. Oleh karena itu perusahaan dalam pasar hanya sedikit, maka akan selalu ada rintangan bagi perusahaan baru untuk memasuki pasar. Dewasa ini banyak koperasi di pasar-pasar lokal yang telah berintegrasi vertikal atau pasar-pasar yang lebih besar dimana perusahaan-perusahaan yang telah mapan masih sangat terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi telah berada di struktur pasar oligopoli, yaitu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa penjual  yang menyebabkan kegiatan penjual yang satu mempunyai peranan penting bagi penjual  yang lain. Integrasi vertikal yang dilaksanakan oleh perusahaan koperasi atau perusahaan-perusahaan lainnya di samping sebagai upaya peningkatan efisiensi perusahaan, juga untuk menghadiri persaingan yang lebih ketat antar penjual. Dengan kebijakan harga yang lebih aktif, koperasi menciptakan rangsangan-rangsangan yang lebih kuat bagi para pesaingnya dalam mengurangi kesempatan masuknya koperasi baru. Jika koperasi berproduksi dengan kemampuan yang lebih rendah, maka para pesaing dapat dengan mudah menyingkirkan koperasi keluar pasar dan menjadikan koperasi tergantung bantuan dari luar (bantuan pemerintah) untuk tetap hidup. Dengan demikian apakah para pesaing oligopolistik akan memulai perang harga untuk menyingkirkan koperasi. Hal ini menurut Hendar dan Kusnadi (1999) akan sangat tergantung pada faktor-faktor :
- Perbedaan kenggulan biaya (cost advantages) dari koperasi. Koperasi yang mempunyai rata-rata lebih rendah daripada para pesaingnya akan susah untuk disingkirkan dari persaingan dengan kebijakan harga yang lebih aktif. Sebaliknya koperasi yang mempunyai biaya rata-rata lebih besar daripada para pesaingnya akan mudah disingkirkan dengan kebijakan harga aktif.
- Posisi likuiditas dari para pelaku kegiatan ekonomi. Untuk menyingkirkan koperasi diperlukan dana cair yang cukup besar guna membiayai kemungkinan kerugian yang diderita akibat penetapan harga yang lebih ekstern (harga predator). Bila dana tersebut tidak mencukupi, maka para pelaku ekonomi tidak akan mudah untuk menyingkirkan koperasi.
- Keinginan para anggota untuk membiayai kerugian yang mungkin timbul (tingkat loyalitas anggota). Sebagai dampak dari kebijakan harga aktif para pesaing koperasi adalah kerugian yang akan diderita koperasi. Bila anggota mampu membiayai berbagai kerugian yang ditimbulkan, akan susah bagi pesaing untuk menyingkirkan koperasi.
Dari ketiga hal tersebut yang paling penting adalah kenggulan atau kelemahan dalam hal biaya. Pada umumnya disinilah kelemahan koperasi karena modalnya kecil. sehingga tidak mampu berproduksi secara masal. Karena tidak bisa membuat produk masal, maka produknya menjadi produk biaya tinggi.

Kelompok 5
Bagaimana cara koperasi dapat memenangkan persaingan / pemasaran produknya ?
Jawab :
Untuk tetap bisa memenangkan produk , koperasi bisa melakukan hal-hal berikut :
- kenalilah pelanggan. Identifikasi target market Anda akan membantu Anda dalam menyusun strategi marketing yang efektif, dengan mengetahui siapa target market Anda, Anda akan terhindar dari terbuangnya waktu dan biaya yang sia-sia.
- lakukanlah promosi. Lakukan upaya promosi atau memperkenalkan produk koperasi tersebut kepada konsumen. Usahakan agar promosi yang di lakukan tersebut konsisten, terus-menerus, dan dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan. Misalnya, setiap kali bepergian, bawalah brosur, pamflet, atau leaflet berisi produk koperasi tersebut untuk dibagikan kepada rekan-rekan, atau dapat menyebarkan brosur tersebut di tempat umum. Buatlah status di jejaring social yang berkaitan dengan produk itu, atau mungkin dapat mengirim sms kepada teman-teman Anda terkait dengan produk tersebut. Dengan berbagai usaha tersebut, dengan sendirinya akan menemukan pelanggan yang membutuhkan produk yang di tawarkan. Selain itu, lihatlah pula bagaimana upaya promosi yang dilakukan kompetitor. Jika penawaran kita lebih unik dan menarik, lanjutkan upaya promosi tersebut. Jangan lupakan pula kehebatan word-of-mouth publicity. Kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini memang ajaib karena dapat menyebar dan menjaring pelanggan hingga berlipat-lipat. Oleh karena itu, siapkan diri untuk membuat pelanggan lebih nyaman bergabung dengan koperasi kita. Pelanggan yang merasa puas dengan produk kita akan menjadi pelanggan loyal yang dapat menarik pelanggan baru.
- pilih lokasi yang strategis. Faktor penting dalam strategi pemasaran lainnya adalah masalah pemilihan tempat.. usahakan untuk memilih lokasi yang tepat dan  strategis, agar kesempatan untuk memenangkan pemasaran produk koperasi  dapat MUDAH diakses oleh pelanggan lebih terbuka.
- gunakan internet marketing. Internet marketing bisa jadi salah satu strategi marketing yang sangat efektif.
- jalin hubungan dengan pelanggan. Memelihara pelanggan lama lebih mudah dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Konon, biaya yang dibutuhkan untuk menarik pelanggan baru sekitar 6 kali lipat daripada memelihara pelanggan lama. Maka, buatlah database pelanggan, masukkan data-data penting beserta kemajuan yang telah dicapai, hubungi mereka secara berkala, dan informasikan pelanggan mengenai promo produk yang sedang berjalan, dan lain-lain.
- Menciptakan inovasi baru pada produk.
- Aktif mengamati perkembangan pasar dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan. Perubahan minat dan kebutuhan para konsumen, tentunya menjadi salah satu faktor penting yang perlu perhatikan. Karenanya, untuk bisa memberikan nilai tambah bagi konsumen, lakukan survey pasar secara rutin agar bisa meng-upgrade kualitas produk dan jasa yang  tawarkan.
Kelompok 6
Bagaimana koperasi memberikan layanan kepada para anggotanya sehingga mampu bersaing dengan non koperasi ?
Jawab :
Pelayanan pada hakikatnya adalah serangkaian kegiatan dalam proses pemenuhan kebutuhan melalui aktifitas orang lain, oleh karena itu pelayanan merupakan proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan. Untuk pelayanan koperasi terhaadap anggota dalam bersaing dengan non koperasi  yaitu dengan memberikan layanan yang terbaik , kita jaga hubungan baik kita dengan para anggota, jangan biarkan anggota merasa tidak puas atas pelayanan yangdi berikan. Selalu update terhadap adanya perubahan. Karena perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi. Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi. Sehingga dengan demikian , kita tetap bisa mempertahankan para anggota untuk tetap loyal terhadap koperasi tersebut serta tidak kalah dan mampu bersaing dengan yang non koperasi.
Kelompok 7
Jelaskan bahwa keunggulan bersaing koperasi dapat di capai melalui 3 strategi generic (cost leadership, deferensiasi, focus) ?
Jawab :
Cost leadership. Strategi ini berusaha untuk memenangkan persaingan dengan pendekatakan harga, dimana dengan harga tertentu akan produk yang dihasilkannya konsumen lebih tertarik untuk membeli produk tersebut. Biasaya perusahaan secara real melakukan perang tarif melalui berbagai istilah seperti: potongan harga, potongan tunai, potongan pembelian, dan lainnya
Differentiation. Untuk memenangkan persaingan bisnis, perusahaan berusaha membuat produk yang unik, dimana produk tersebut sulit ditiru oleh pesaing perusahaan. Bila pesaing telah banyak memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk sejenis, maka perusahaan yang bersangkutan melakukan inovasi baru, kemudian diproduksi produk generasi baru (versi baru) tersebut, akibatnya perusahaan tersebut tetap memimpin produk yang lebih unik dari yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Pada strategi ini agar produk yang dihasilkan tetap unik, maka diperlukan inovasi-inovasi baru sepanjang waktu. Untuk menghasilkan inovasi baru sepanjang waktu dibutuhkan tenaga kerja yang khusus dan spesialis. Ini artinya pemilihan strategi ini akan membutuhkan tenaga kerja terampil, inovatif dan terdidik. Sudah tentu untuk mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi demikian akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi.
Focus. Strategi ini memfokuskan kegiatan pada konsumen dengan segmen tertentu. Pengincaran konsumen segmen tertentu ini akan lebih memudahkan perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis. Sebagai contoh: sebuah UKM memproduksi pakaian wanita yang berusia antara 25-30 th. Pembuatan produksi tersebut untuk membidik segmen wanita dengan usia 25-30 th adalah usia dimana seorang wanita lagi suka-sukanya untuk berbelanja pakaian.
Dari uraian di atas, ketiga strategi tersebut bukanlah suatu yang harus terpisah satu dengan yang lainnya. Maka terlihat dengan jelas jika ke tiga strategi tersebut mampu unggul dalam persaingan.
Kelompok 8
Jelaskan tentang segitiga C strategi dalam koperasi ?
Jawab :
keunggulan koperasi harus ada 3 (tiga) pemain yang diperhitungkan yaitu:
a.Koperasi sendiri (cooperative)
b. Anggota potensial (customer)
c. Pesaing (competitor)
Segitiga Strategi ini meliputi tiga pelaku. Untuk keberhasilan pelaksanaan dalam segitiga ini, koperasi harus mengetahui cara menggunakan hubungan diantara ketiga C ini dengan sebaik- baiknya.
Secara tradisional, pemikiran koperasi dibangun oleh adanya hubungan antara perusahaan koperasi dengan para anggotanya. Akan tetapi, bagaimana mungkin? Untuk dapat memperhatikan kelangsungan hidupnyapun tidaklah mencukupi, jika koperasi tidak berhasil bersaing dengan organisasi- organisasi lain.
Apakah keunggulan kompetitif koperasi menjadi masalah sentral yang penting ?.
Strategi koperasi yang berhasil merupakan suatu hal yang dapat menjamin penyesuaian yang lebih baik dari kekuatan- kekuatan koperasi terhadap kepentingan- kepentingan pelanggan, dibandingkan dengan yang dapat diberikan oleh persaingan.
- Koperasi harus mampu memberikan setidaknya manfaat keunggulan yang diberikan oleh pesaing (non- koperasi) dengan kata lain, Koperasi harus memiliki kemampuan untuk memberikan manfaat keunggulan yang khusus.
- Anggota koperasi harus mampu mengontrol manajemen termotivasi untuk mempromosikan kepentingan anggotanya.
Sebagaimana yang telah diungkapkan di muka,  teori koperasi tradisional menyatakan bahwa kondisi yang kedua inilah yang kurang terpenuhi. Teori ini berdasarkan pada gagasan mengenai hubungan yang serasi antara para anggota manajemen koperasi.


MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN Lingungan Organisasi dan Lingkungan Alam

MAKALAH
TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN

 Lingungan Organisasi dan Lingkungan Alam
“Solusi dari Pengaruh Lingkungan Organisasi PT. Wangta Agung terhadap Lingkungan Sekitar”







Nama kelompok :
Ana Kurniawati
Sulistiani Tri Wahyuni
Roudlotul Jannah
Yulita Anastasia Anes
Rusiyanto
Kosim
Lalu Dody Iskandar A
Eko Agus Prasetyo
Sahruji
Dimas Sadewa
Catra Yanuar Sutikno

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA



KATA PENGANTAR

       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Solusi dari Pengaruh Lingkungan Organisasi PT.Wangta Aagung terhadap Lingkungan Sekitar dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Ludya selaku Dosen mata kuliah Pengantar Manajemen yang telah memberikan tugas ini kepada kami
.
       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dampak yang ditimbulkan dari sebuah perusahaan yang berada di area rawan banjir . mengenai lingkungan organisasi dan lingkungan alam yang berada di sekitar sebuah perusahaan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun
.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.






Surabaya, April  2015



     Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Berbicara masalah lingkungan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Lingkungan merupakan Faktor yang menjadi tolak ukur dalam kehidupan.  Lingkungan organisasi dan lingkungan alam yang saling berhubungan, oleh karena itu setiap manajer dalam suatu perusahaan selalu memperhatikan lingkungan organisasi dan lingkungan alam karena keduanya berkaitan satu sama lain baik langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan tersebut.
Salah satunya dampak yang terjadi dari suatu perusahaan terhadap lingkungan alam di sekitarnya , sehingga suatu organisasi perusahaan pasti memiliki cara tertentu untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu di sini kami membuat makalah ini dengan judul “Solusi dari Pengaruh Lingkungan Organisasi PT. Wangta Agung terhadap Lingkungan sekitar”.



B.  Tujuan
1.    Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengantar manajemen
2.      Mengetahui bagaimana solusi PT. Wangta Agung terhadap pengaruh nya di lingkungan sekitar






BAB II
PEMBAHASAN

A.      Profil Perusahaan
PT. Wangta Agug Didirikan pada tahun 1950, dimulai dari home industri yang mempekerjakan sedikitnya 10 pegawai. Dan sejak 1972 PT.Wangta Agung menjadi perusahaan keluarga yang cukup disegani. Dengan bersenjata kreativitas dan ketekunan, kita berspekulasi untuk menjadi bagian dari dunia dan pada tahun 1987 memulai export ke USA dan Eropa. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas hasil produksi, kita banyak bekerja sama dengan beberapa perusahaan manufaktur dari Taiwan. 
Hingga saat ini PT.Wangta Agung telah didukung lebih dari 10 ribu tenaga profesional ahli dibidangnya serta kepercayaan yang kuat diberikan konsumen pada kami, hampir setengah abad PT.Wangta Agung telah menghasilkan berbagai jenis sepatu dan sandal yang dipasarkan baik didalam maupun diluar negeri, diantaranya Diadora, Tommy Hilfiger, O' Neil, Marlboro, Princess, Convers, Spalding, Donnay, Gola, Air Pro, Pro Kennex, Profesional, Kelme, Ardiles, Gibor, Willow dll. Dengan produksi menyebar ke 10 negara berbeda di dunia. 
Bermodal mesin - mesin yang canggih dan system produksi yang modern, kami akan selalu siap menghadapi pasar global yang semakin menajam, dengan penghasilan US$ 180 juta pertahun PT.Wangta Agung akan terus meningkatkan kepercayaan konsumen baik dari segi kualitas produksi maupun layanan.

B.       Visi dan Misi Perusahaan
Visi :
1.      Menjadi perusahaan besar yang terpandang, terkemuka di bidang bisnis dengan mengutamakan pelayanan penjualan yang terbaik serta menguntungkan dan memiliki peran dominan dalam bisnis sepatu.
2.      Menjadi perusahaan industri sepatu yang mampu bersaing dan bertumbuh kembang.


Misi :
1.      Menghasilkan laba yang pantas untuk mendukung pengembangan perusahaan.
2.      Memproduksi berbagai jenis model sepatu yang terkait dengan keinginan para konsumen dengan mutu, harga dan kualitas yang berdaya saing tinggi melalui pengelolaan yang profesional demi kepuasan pelanggan.
3.      Menjalin kemitraan kerja sama dengan pemasok dan penyalur yang saling menguntungkan.
4.      Menjadi perusahaan sepatu yang terbaik.
5.      Memberikan produk dengan kualitas terbaik



C.       Pembahasan Kasus
Dalam berdirinya sebuah perusahaan salah satunya di PT. Wangta Agung , perusahaan tersebut pasti memiliki pengaruh dan dampak terhadap lingkungan yang ada di sekitar perusahaan , salah satu dampaknya mengenai lingkungan alam, dalam mengatasi adanya pengaruh perusahaan terhadap lingkungan alam di sekitarnya  PT. Wangta Agung melakukan tindakan sebagai berikut :
1.      Penanggulangan banjir di lingkungan masyarakat sekitar
PT. Wangta Agung terletak di daerah yang rawan banjir, oleh karena itu penanggulangan banjir sangat di perlukan untuk mengatasi hal tersebut ,  salah satu hal paling mudah yang sudah di terapkan untuk menanggulangi permasalah tersebut yaitu  PT. Wangta agung memberlakukan kepada seluruh organisasi yang ada di dalam perusahaan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ada sanksi tersendiri bagi yang melanggar peraturan tersebut. Selain itu perusahaan juga telah menyediakan tempat untuk memisah antara sampah basah dan sampah kering. Agar ke depannya bisa di daur ulang jika memungkinkan.

2.      Penghijauan dalam perusahaan dan sekitar perusahaan
PT.Wangta Agung selalu menggalakkan adanya penghijauan, yaitu penanaman pohon-pohon di sekitar perusahaan, Hal ini dilakukan untuk memulihkan, mempertahan kan, mengembangkan kondisi tanah serta mengurangi adanya banjir. Selain itu penghijauan juga bisa melindungi kelestarian tanah dan air. pohon dan pelindung tanah lainnya adalah pengendali air bagi kehidupan kita. Tanaman yang menutup tanah akan menahan air hujan, Penghijauan yang baik akan memberikan lingkungan hidup yang baik. Pepohonan yang rimbun dapat menciptakan suasana nyaman, sebagai pengatur lingkungan, vegetasi akan menimbulkan hawa setempat lingkungan menjadi nyaman,  dan udara sejuk yang pada akhirnya baik untuk kesehatan, baik pula untuk perusahaan. Dan untuk memperindah suasana perusahaan.



3.      Daur ulang limbah
Dalam industri besar maupun kecil, limbah tentu menjadi persoalan yang cukup penting dari proses produksi itu sendiri. Begitu pula dalam industri sepatu. Maka dari itu pihak perusahaan bekerja sama dengan beberapa pengusaha kecil menengah di sekitar untuk mengolah kembali limbah kulit menjadi kerajinan yang layak dipergunakan lagi. menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.






BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Setiap berdirinya suatu perusahaan, selalu memiliki berbagai dampak, salah satunya dampak terhadap lingkungan alam di sekitarnya. PT. Wangta Agung , merupakan perusahaan di bidang industri sepatu, perusahaan tersebut terletak di daerah rawan banjir, dimana lingkungan alam di sekitarnya perlu ada tindakan yang tepat untuk mengurangi banjir, oleh karena itu PT. Wangta Agung melakukan tindakan salah satunya yaitu penanggulanagn banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan, penghijauan di sekitar perusahaan dan di dalam perusahaan itu sendiri serta pengolahan daur ulang limbah.

B.       Saran
1.      Setiap perusahaan harus mampu bertindak untuk mengatasi dampak dari perusahaan terhadap lingkungan di sekitarnya.
2.      Perusahaan harus melakukan tindakan yang tepat untuk tetap menjaga lingkungan alam di sekitar perusahaan.