Kelompok
3
Bagaimana analisis SWOT
di terapkan dalam pemasaran koperasi ?
Jawab
:
Analisis
SWOT merupakan cara sistematis untuk mengidentifikasikan faktor-faktor strenghts, weaknesses, opportunities dan threats. Bahwa suatu strategi yang efektif
akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman.
Analisis SWOT menunjukkan peran penting dari identifikasi kekuatan dan
kelemahan intern dalam pencarian
strategi yang efektif. Penerapan SWOT dalam pemasaran koperasi seperti
halnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)
yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman
(threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan.
Dalam pemasaran koperasi kita harus bisa mencari peluang dengan baik , pertama
dengan melakukan penelitian terhadap pasar yang di jadikan target , kita
lakukan pendekatan terhadap lingkungan
tersebut. Kira-kira terdapat peluang apa tidak untuk kita jadikan sebagai
anggota , kita tawari untuk menjadi anggota di koperasi. Mencari peluang dengan
tetap memperhatikan adanya ancaman lain , misalnya ada pesaing sesame koperasi,
maka bagaimana tindakan kita atau kekuatan (strength) untuk tetap bisa
memperoleh keuntungan dari peluang tersebut.
Kelompok
4
Bagaimana mekanisme
pasar koperasi bekerja dalam pasar oligopoli ?
Jawab
:
Oligopoli
adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai
pasar, baik secara independen maupun secara diam-diam bekerjasama. Oleh karena
itu perusahaan dalam pasar hanya sedikit, maka akan selalu ada rintangan bagi
perusahaan baru untuk memasuki pasar. Dewasa ini banyak koperasi di pasar-pasar
lokal yang telah berintegrasi vertikal atau pasar-pasar yang lebih besar dimana
perusahaan-perusahaan yang telah mapan masih sangat terbatas. Hal ini
menunjukkan bahwa koperasi telah berada di struktur pasar oligopoli, yaitu
struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa penjual yang menyebabkan kegiatan penjual yang satu
mempunyai peranan penting bagi penjual
yang lain. Integrasi vertikal yang dilaksanakan oleh perusahaan koperasi
atau perusahaan-perusahaan lainnya di samping sebagai upaya peningkatan
efisiensi perusahaan, juga untuk menghadiri persaingan yang lebih ketat antar
penjual. Dengan kebijakan harga yang lebih aktif, koperasi menciptakan
rangsangan-rangsangan yang lebih kuat bagi para pesaingnya dalam mengurangi
kesempatan masuknya koperasi baru. Jika koperasi berproduksi dengan kemampuan
yang lebih rendah, maka para pesaing dapat dengan mudah menyingkirkan koperasi
keluar pasar dan menjadikan koperasi tergantung bantuan dari luar (bantuan
pemerintah) untuk tetap hidup. Dengan demikian apakah para pesaing
oligopolistik akan memulai perang harga untuk menyingkirkan koperasi. Hal ini
menurut Hendar dan Kusnadi (1999) akan sangat tergantung pada faktor-faktor :
-
Perbedaan kenggulan biaya (cost advantages) dari koperasi. Koperasi yang
mempunyai rata-rata lebih rendah daripada para pesaingnya akan susah untuk
disingkirkan dari persaingan dengan kebijakan harga yang lebih aktif.
Sebaliknya koperasi yang mempunyai biaya rata-rata lebih besar daripada para
pesaingnya akan mudah disingkirkan dengan kebijakan harga aktif.
-
Posisi likuiditas dari para pelaku kegiatan ekonomi. Untuk menyingkirkan
koperasi diperlukan dana cair yang cukup besar guna membiayai kemungkinan
kerugian yang diderita akibat penetapan harga yang lebih ekstern (harga
predator). Bila dana tersebut tidak mencukupi, maka para pelaku ekonomi tidak
akan mudah untuk menyingkirkan koperasi.
-
Keinginan para anggota untuk membiayai kerugian yang mungkin timbul (tingkat
loyalitas anggota). Sebagai dampak dari kebijakan harga aktif para pesaing
koperasi adalah kerugian yang akan diderita koperasi. Bila anggota mampu
membiayai berbagai kerugian yang ditimbulkan, akan susah bagi pesaing untuk
menyingkirkan koperasi.
Dari
ketiga hal tersebut yang paling penting adalah kenggulan atau kelemahan dalam
hal biaya. Pada umumnya disinilah kelemahan koperasi karena modalnya kecil.
sehingga tidak mampu berproduksi secara masal. Karena tidak bisa membuat produk
masal, maka produknya menjadi produk biaya tinggi.
Kelompok
5
Bagaimana cara koperasi
dapat memenangkan persaingan / pemasaran produknya ?
Jawab
:
Untuk tetap bisa
memenangkan produk , koperasi bisa melakukan hal-hal berikut :
-
kenalilah pelanggan. Identifikasi target market Anda akan membantu Anda dalam
menyusun strategi marketing yang efektif, dengan mengetahui siapa target market
Anda, Anda akan terhindar dari terbuangnya waktu dan biaya yang sia-sia.
-
lakukanlah promosi. Lakukan upaya promosi atau memperkenalkan produk koperasi
tersebut kepada konsumen. Usahakan agar promosi yang di lakukan tersebut
konsisten, terus-menerus, dan dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan
tidak merasa bosan. Misalnya, setiap kali bepergian, bawalah brosur, pamflet,
atau leaflet berisi produk koperasi tersebut untuk dibagikan kepada
rekan-rekan, atau dapat menyebarkan brosur tersebut di tempat umum. Buatlah
status di jejaring social yang berkaitan dengan produk itu, atau mungkin dapat
mengirim sms kepada teman-teman Anda terkait dengan produk tersebut. Dengan
berbagai usaha tersebut, dengan sendirinya akan menemukan pelanggan yang
membutuhkan produk yang di tawarkan. Selain itu, lihatlah pula bagaimana upaya
promosi yang dilakukan kompetitor. Jika penawaran kita lebih unik dan menarik,
lanjutkan upaya promosi tersebut. Jangan lupakan pula kehebatan word-of-mouth
publicity. Kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini memang ajaib karena dapat
menyebar dan menjaring pelanggan hingga berlipat-lipat. Oleh karena itu,
siapkan diri untuk membuat pelanggan lebih nyaman bergabung dengan koperasi
kita. Pelanggan yang merasa puas dengan produk kita akan menjadi pelanggan
loyal yang dapat menarik pelanggan baru.
-
pilih lokasi yang strategis. Faktor penting dalam strategi pemasaran lainnya
adalah masalah pemilihan tempat.. usahakan untuk memilih lokasi yang tepat
dan strategis, agar kesempatan untuk
memenangkan pemasaran produk koperasi
dapat MUDAH diakses oleh pelanggan lebih terbuka.
-
gunakan internet marketing. Internet marketing bisa jadi salah satu strategi
marketing yang sangat efektif.
-
jalin hubungan dengan pelanggan. Memelihara pelanggan lama lebih mudah
dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Konon, biaya yang dibutuhkan untuk
menarik pelanggan baru sekitar 6 kali lipat daripada memelihara pelanggan lama.
Maka, buatlah database pelanggan, masukkan data-data penting beserta kemajuan
yang telah dicapai, hubungi mereka secara berkala, dan informasikan pelanggan
mengenai promo produk yang sedang berjalan, dan lain-lain.
- Menciptakan inovasi
baru pada produk.
-
Aktif mengamati perkembangan pasar dan mengevaluasi produk atau jasa yang
ditawarkan. Perubahan minat dan kebutuhan para konsumen, tentunya menjadi salah
satu faktor penting yang perlu perhatikan. Karenanya, untuk bisa memberikan
nilai tambah bagi konsumen, lakukan survey pasar secara rutin agar bisa
meng-upgrade kualitas produk dan jasa yang
tawarkan.
Kelompok
6
Bagaimana koperasi
memberikan layanan kepada para anggotanya sehingga mampu bersaing dengan non
koperasi ?
Jawab
:
Pelayanan
pada hakikatnya adalah serangkaian kegiatan dalam proses pemenuhan kebutuhan
melalui aktifitas orang lain, oleh karena itu pelayanan merupakan proses.
Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan. Untuk
pelayanan koperasi terhaadap anggota dalam bersaing dengan non koperasi yaitu dengan memberikan layanan yang terbaik
, kita jaga hubungan baik kita dengan para anggota, jangan biarkan anggota
merasa tidak puas atas pelayanan yangdi berikan. Selalu update terhadap adanya
perubahan. Karena perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan
anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi. Bila
koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang
lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap
koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan
informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi. Sehingga dengan
demikian , kita tetap bisa mempertahankan para anggota untuk tetap loyal
terhadap koperasi tersebut serta tidak kalah dan mampu bersaing dengan yang non
koperasi.
Kelompok
7
Jelaskan bahwa
keunggulan bersaing koperasi dapat di capai melalui 3 strategi generic (cost
leadership, deferensiasi, focus) ?
Jawab
:
Cost
leadership. Strategi ini berusaha untuk memenangkan persaingan dengan
pendekatakan harga, dimana dengan harga tertentu akan produk yang dihasilkannya
konsumen lebih tertarik untuk membeli produk tersebut. Biasaya perusahaan
secara real melakukan perang tarif melalui berbagai istilah seperti: potongan
harga, potongan tunai, potongan pembelian, dan lainnya
Differentiation.
Untuk memenangkan persaingan bisnis, perusahaan berusaha membuat produk yang
unik, dimana produk tersebut sulit ditiru oleh pesaing perusahaan. Bila pesaing
telah banyak memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk sejenis, maka
perusahaan yang bersangkutan melakukan inovasi baru, kemudian diproduksi produk
generasi baru (versi baru) tersebut, akibatnya perusahaan tersebut tetap
memimpin produk yang lebih unik dari yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Pada
strategi ini agar produk yang dihasilkan tetap unik, maka diperlukan
inovasi-inovasi baru sepanjang waktu. Untuk menghasilkan inovasi baru sepanjang
waktu dibutuhkan tenaga kerja yang khusus dan spesialis. Ini artinya pemilihan
strategi ini akan membutuhkan tenaga kerja terampil, inovatif dan terdidik.
Sudah tentu untuk mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi demikian akan
mengeluarkan biaya yang lebih tinggi.
Focus.
Strategi ini memfokuskan kegiatan pada konsumen dengan segmen tertentu.
Pengincaran konsumen segmen tertentu ini akan lebih memudahkan perusahaan untuk
memenangkan persaingan bisnis. Sebagai contoh: sebuah UKM memproduksi pakaian
wanita yang berusia antara 25-30 th. Pembuatan produksi tersebut untuk membidik
segmen wanita dengan usia 25-30 th adalah usia dimana seorang wanita lagi
suka-sukanya untuk berbelanja pakaian.
Dari uraian di atas,
ketiga strategi tersebut bukanlah suatu yang harus terpisah satu dengan yang
lainnya. Maka terlihat dengan jelas jika ke tiga strategi tersebut mampu unggul
dalam persaingan.
Kelompok
8
Jelaskan tentang
segitiga C strategi dalam koperasi ?
Jawab
:
keunggulan koperasi harus
ada 3 (tiga) pemain yang diperhitungkan yaitu:
a.Koperasi sendiri (cooperative)
b. Anggota potensial (customer)
c. Pesaing (competitor)
a.Koperasi sendiri (cooperative)
b. Anggota potensial (customer)
c. Pesaing (competitor)
Segitiga
Strategi ini meliputi tiga pelaku. Untuk keberhasilan pelaksanaan dalam
segitiga ini, koperasi harus mengetahui cara menggunakan hubungan diantara
ketiga C ini dengan sebaik- baiknya.
Secara
tradisional, pemikiran koperasi dibangun oleh adanya hubungan antara perusahaan
koperasi dengan para anggotanya. Akan tetapi, bagaimana mungkin? Untuk dapat
memperhatikan kelangsungan hidupnyapun tidaklah mencukupi, jika koperasi tidak
berhasil bersaing dengan organisasi- organisasi lain.
Apakah keunggulan
kompetitif koperasi menjadi masalah sentral yang penting ?.
Strategi
koperasi yang berhasil merupakan suatu hal yang dapat menjamin penyesuaian yang
lebih baik dari kekuatan- kekuatan koperasi terhadap kepentingan- kepentingan
pelanggan, dibandingkan dengan yang dapat diberikan oleh persaingan.
-
Koperasi harus mampu memberikan setidaknya manfaat keunggulan yang diberikan
oleh pesaing (non- koperasi) dengan kata lain, Koperasi harus memiliki
kemampuan untuk memberikan manfaat keunggulan yang khusus.
-
Anggota koperasi harus mampu mengontrol manajemen termotivasi untuk
mempromosikan kepentingan anggotanya.
Sebagaimana
yang telah diungkapkan di muka, teori
koperasi tradisional menyatakan bahwa kondisi yang kedua inilah yang kurang
terpenuhi. Teori ini berdasarkan pada gagasan mengenai hubungan yang serasi
antara para anggota manajemen koperasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar