Selasa, 24 Maret 2015

MAKALAH TEORI EVOLUSI MANAJEMEN

MAKALAH
TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN
Evolusi Teori Manajemen
“Perubahan Aturan dalam Perekrutan Pegawai Baru di KJKS BMT Amanah Ummah”






Nama kelompok :
Ana Kurniawati
Sulistiani Tri Wahyuni
Roudlotul Jannah
Yulita Anastasia Anes
Rusiyanto
Kosim
Lalu Dody Iskandar A
Eko Agus Prasetyo
Sahruji
Dimas Sadewa
Catra Yanuar Sutikno

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA





BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam kehidupan yang sekarang ini, manajemen merupakan salah satu ilmu yang harus dimiliki karena merupakan kumpulan pengetahuan yang disistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu ada? Yaitu mulai sejak para pelaku usaha berkecimpung memikirkan upaya terbaik dalam aktifitas manajemen tertuang dalam sejarah perkembangan manajemen dalam kurun waktu tertentu.
Pembahasan dan perkembangan teori-teori manajemen sangat dibutuhkan untuk memberikan landasan dalam pemahaman perkembangan teori manajemen selanjutnya. Setiap pandangan dalam teori manajemen akan membantu manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih efektif pada berbagai masalah yang berbeda dalam organisasi yang terus mengalami perubahan. Dimana hal ini terjadi di KJKS BMT Amanah Ummah , yang pada tahun 2015 ini mengalami adanya perubahan-perubahan dalam sistem maupun aturan yang berlaku di dalamnya.
Oleh karena itu, kita akan mengulas lebih dalam mengenai teori evolusi manajemen dengan mengambil sebuah kasus yang terjadi di KJKS BMT Amanah Ummah yakni tentang adanya perubahan-perubahan yang terjadi, salah satunya mengenai perubahan aturan dalam perekrutan pegawai baru.

2.. Tujuan
a. Untuk memenuhi tugas Pengantar Manajemen
b. Agar mahasiswa tahu tentang tori evolusi manajemen
c. Agar mahasiswa tahu bagaimana pengimplementasian teori evolusi manajemen di    dalam dunia kerja


BAB II
ISI

1.    Teori  Evolusi Manajemen – Teori Klasik
Dalam teori evolusi manajemen, salah satunya teori klasik menjelaskan bahwa Teori klasik berasumsi jika para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logis, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Oleh karena itu, teori klasik berangkat dari premis bahwa organisasi bekerja dalam proses yang logis dan rasional dengan pendekatan ilmiah dan berlangsung menurut struktur atau anatomi organisasi. Teori klasik terbagi menjadi dua cabang yaitu :
a.         Teori manajemen ilmiah
Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas dengan menanganai kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi pekerja Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas dengan menanganai kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi pekerja
Frederick W. Taylor disebut sebagai “ Bapak manajemen ilmiah” dengan karyanya “Scientific Management” yang telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip dasar yang dikembangkannya adalah :
-          Pengembangan metode ilmiah dalam manajemen agar suatu pekerjaan dapat ditetukan metode pencapaian tujuannya secara maksimal.
-          Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian.
-          Pendidikan dan pengembangan karyawan.
-          Kerjasama yang harmonis antara manajemen dan karyawan.
Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, sistem tarif berbeda, yaitu karyawan yang lebih produktif dan efisien mendapatkan gaji lebih besar dari yang lainnya.
b.        Teori manajemen administratif atau organisasi klasik
Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak adanya organisasi yang kompleks.
2.    Profil Perusahaan
Pengertian KJKS :
Koperasi Jasa Keuangan Syariah adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah).

Pengertian BMT :
BMT adalah Baitul Maal wat Tamwil yaitu   sistem intermediasi keuangan di tingkat mikro yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.

Pengertian KJKS-BMT
KJKS-BMT adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal wat Tamwil yaitu 2 sistem intermediasi keuangan di tingkat mikro yang berbadan hukum koperasi yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.
           
Visi Misi KJKS BMT Amanah Ummah
Visi      :
Dengan Ridlo Allah menjadi Koperasi Syariah Terdepan dan Tedekat di Hati Masyarakat Ekonomi Mikro, Kecil dan Menengah.
Misi     :
Memberikan Pelayanan dan Pendampingan Masyarakat Usaha Mikro Kecil Menengah untuk meningkatkan kualitas hidup.
Membudayakan dan Mendekatkan Masyarakat pada Lembaga Keuangan Syariah dan Bermuamalah secara Syariah








Struktur Organisasi KJKS BMT Amanah Ummah
Rounded Rectangle: Dewan Pengawas Syariah
 


Rounded Rectangle: Teguh Rahayu Wismiati, SE
Rounded Rectangle: Kepala Pusat Rounded Rectangle: Kepala Cabang Rounded Rectangle: Kepala Cabang Rounded Rectangle: Kepala Cabang
Rounded Rectangle: Alfans Arianto SE Rounded Rectangle: Sulliyantoro S.Pd Rounded Rectangle: Dwi Mukti Wulansari Rounded Rectangle: Imam Shonhadji S.Pdi
Rounded Rectangle: Syifa Wiladah
Dina Nurisma
Nabilah Qonita
Vivi Endarti
Amalia Rizki I
Dian Aisyi
Yuswita Sari
Linake Septi
Senja Nursela
Nur Arumaning
Okky 
Isa Anshori
Rounded Rectangle: Titik
Nurin Nihayah
Pita Agim
Rochila Syamila
M. Athourrohman

Rounded Rectangle: Siti Solikah
Iis Adibatul Kubro
Siti Makrufah
Rounded Rectangle: Sigit Prayitmo
Roudlotul Jannah
Ana Kurniawati
 
































3.    Pembahasan Kasus
Contoh kasus yang di ambil :
“Perubahan Aturan dalam Perekrutan Pegawai Baru di KJKS BMT Amanah Ummah”
Perubahan aturan mungkin memang sudah wajar terjadi di lingkungan sekitar, baik dalam perusahaan, lembaga sosial maupun jenis badan lain, termasuk disini perubahan aturan yang terjadi pada objek yang kita ambil yaitu di KJKS BMT Amanah Ummah, sebenarnya banyak perubahan yang terjadi, baik dalam sistem, organisasi maupun aturan, namun dalam hal ini kita lebih mengarah pada Perubahan Aturan dalam Perekrutan Pegawai Baru yang terjadi di KJKS BMT Amanah Ummah.
Adapun alur perubahan dalam perekrutan pegawai baru  yang terjadi ialah sebagai berikut :
2014
2015

Pengajuan lamaran
Tes tulis
Tes wawancara

Pengajuan lamaran
Tes tulis (dari perusahaan)
Psikotes (ke lembaga lain)
Tes wawancara (dari HRD)
Tes wawancara


Dari tabel tersebut, dapat kita ketahui bahwa dari tahun 2014 ke tahun 2015 proses perekrutan pegawai baru lebih selektif, hal ini di karenakan setiap perusahaan pasti menginginkan calon karyawan yang potensial dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan klasifikasi yang diharapkan perusahaan. Sebagaimana 4 prinsip yang di kembangkan oleh Frederick W. Taylor dalam teori klasik yang menjelaskan bahwa Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, sistem tarif berbeda, yaitu karyawan yang lebih produktif dan efisien.
Perubahan yang sudah terealisasikan dalam perekrutan pegawai baru direalisasikan adalah adanya psikotes yang dilakukan oleh lembaga khusus perekrutan pegawai, bukan pihak KJKS BMT Amanah Ummah sendiri. Disini sebagaimana poin kedua dari teori manajemn klasik yaitu Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberiakn tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian, adalah menjadi salah satu pandangan yang bisa kita kaitkan dengan perubahan aturan perekrutan karyawan.

Perubahan dalam penerimaan pegawai baru yang di lakukan di KJKS BMT Amanah Ummah juga merupakan salah satu bentuk dari teori evolusi manajemen , dimana suatu perusahaan pasti menginginkan perusahaannya bisa maju dan bergerak lebih baik lagi dengan produktifitas karyawan yang lebih efisiensi, bukannya meminimalisir pegawai, namun mencetak pegawai yang memiliki keahlian khusus serta tanggung jawab  dalam bidangnya , dimana seorang pegawai itu nantinya dapat memberikan peran yang baik dalam kemajuan perusahaan.

















BAB III
PENUTUP

1.        Kesimpulan
Dalam  Teori klasik menjelaskan adanya asumsi jika para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logis, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Dimana hal ini juga dikembangkan dalam 4 prinsip yang diterapkan oleh Frederick W Taylor yang berasumsikan bahwa Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, sistem tarif berbeda, yaitu karyawan yang lebih produktif dan efisien, sehingga adanya kaitan terhadap permasalahan yang kita ambil mengenai perubahan aturan dalam perekrutan pegawai baru di KJKS BMT Amanah Ummah, dimana nantinya dapat kita ambil kesimpulan dari Permasalahan diatas yaitu proses perekrutan pegawai baru lebih selektif, hal ini di karenakan setiap perusahaan pasti menginginkan calon karyawan yang potensial dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan klasifikasi yang diharapkan perusahaan, selain itu seleksi ilmiah untuk pegawai agar para pegawai dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian. Produktifitas karyawan yang lebih efisiensi, bukannya meminimalisir pegawai, namun mencetak pegawai yang memiliki keahlian khusus serta tanggung jawab  dalam bidangnya, dimana seorang pegawai itu nantinya dapat memberikan peran yang baik dalam kemajuan perusahaan. Hal ini adalah menjadi salah satu pandangan yang bisa kita kaitkan dengan perubahan aturan perekrutan karyawan.

2.        Saran
a.       Penerapan teori evolusi manajamen perlu dilakukan sebagaimana hubungan dalam seleksi pegawai yang lebih efisien agar pegawai dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidangnya.
b.      Pemilihan pegawai yang produktif harus dilakukan dengan seleksi ilmiah yang baik dan benar agar produktifitas pegawai dapat memberikan peran yang baik dalam kelancaran kerja dan kemajuan perusahaan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar