MAKALAH
TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN
Evolusi Teori Manajemen
“Perubahan Aturan dalam Perekrutan
Pegawai Baru di KJKS BMT Amanah Ummah”
Nama kelompok :
Ana Kurniawati
Sulistiani Tri
Wahyuni
Roudlotul Jannah
Yulita Anastasia
Anes
Rusiyanto
Kosim
Lalu Dody
Iskandar A
Eko Agus
Prasetyo
Sahruji
Dimas Sadewa
Catra Yanuar
Sutikno
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam kehidupan yang sekarang ini, manajemen merupakan salah satu ilmu
yang harus dimiliki karena merupakan kumpulan pengetahuan yang disistemisasi,
dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu ada? Yaitu mulai
sejak para pelaku usaha berkecimpung memikirkan upaya terbaik dalam aktifitas
manajemen tertuang dalam sejarah perkembangan manajemen dalam kurun waktu
tertentu.
Pembahasan dan
perkembangan teori-teori manajemen sangat dibutuhkan untuk memberikan landasan
dalam pemahaman perkembangan teori manajemen selanjutnya. Setiap pandangan
dalam teori manajemen akan membantu manajer untuk membuat keputusan-keputusan
yang lebih efektif pada berbagai masalah yang berbeda dalam organisasi yang
terus mengalami perubahan. Dimana hal ini terjadi di KJKS BMT Amanah Ummah ,
yang pada tahun 2015 ini mengalami adanya perubahan-perubahan dalam sistem
maupun aturan yang berlaku di dalamnya.
Oleh karena itu, kita
akan mengulas lebih dalam mengenai teori evolusi manajemen dengan mengambil
sebuah kasus yang terjadi di KJKS BMT Amanah Ummah yakni tentang adanya perubahan-perubahan
yang terjadi, salah satunya mengenai perubahan aturan dalam perekrutan pegawai
baru.
2..
Tujuan
a. Untuk memenuhi tugas Pengantar Manajemen
b. Agar mahasiswa tahu tentang tori evolusi
manajemen
c. Agar mahasiswa tahu bagaimana
pengimplementasian teori evolusi manajemen di
dalam dunia kerja
BAB II
ISI
1.
Teori Evolusi Manajemen – Teori Klasik
Dalam teori evolusi manajemen, salah
satunya teori klasik menjelaskan bahwa Teori klasik berasumsi
jika para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logis, dan kerja
merupakan suatu yang diharapkan. Oleh karena itu, teori klasik berangkat dari
premis bahwa organisasi bekerja dalam proses yang logis dan rasional dengan
pendekatan ilmiah dan berlangsung menurut struktur atau anatomi organisasi.
Teori klasik terbagi menjadi dua cabang yaitu :
a.
Teori manajemen
ilmiah
Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan
produktivitas dengan menanganai kondisi kekurangan tenaga terampil melalui
efisiensi pekerja Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas
dengan menanganai kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi pekerja
Frederick W. Taylor disebut sebagai “ Bapak
manajemen ilmiah” dengan karyanya “Scientific Management” yang telah memberikan
prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan
mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip
dasar yang dikembangkannya adalah :
-
Pengembangan
metode ilmiah dalam manajemen agar suatu pekerjaan dapat ditetukan metode
pencapaian tujuannya secara maksimal.
-
Seleksi ilmiah
untuk karyawan agar para karyawan dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai
keahlian.
-
Pendidikan dan
pengembangan karyawan.
-
Kerjasama yang
harmonis antara manajemen dan karyawan.
Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip
tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, sistem
tarif berbeda, yaitu karyawan yang lebih produktif dan efisien mendapatkan gaji
lebih besar dari yang lainnya.
b.
Teori manajemen
administratif atau organisasi klasik
Timbulnya teori
organisasi klasik sebagai dampak adanya organisasi yang kompleks.
2.
Profil
Perusahaan
Pengertian KJKS :
Koperasi
Jasa Keuangan Syariah adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang
pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah).
Pengertian BMT :
BMT adalah
Baitul Maal wat Tamwil yaitu sistem intermediasi keuangan di
tingkat mikro yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam
operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.
Pengertian KJKS-BMT
KJKS-BMT
adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal wat Tamwil yaitu 2 sistem
intermediasi keuangan di tingkat mikro yang berbadan hukum koperasi yang
didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya
dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.
Visi Misi KJKS BMT Amanah Ummah
Visi :
Dengan Ridlo Allah menjadi Koperasi
Syariah Terdepan dan Tedekat di Hati Masyarakat Ekonomi Mikro, Kecil dan
Menengah.
Misi :
Memberikan Pelayanan dan Pendampingan Masyarakat
Usaha Mikro Kecil Menengah untuk meningkatkan kualitas hidup.
Membudayakan dan Mendekatkan Masyarakat pada Lembaga
Keuangan Syariah dan Bermuamalah secara Syariah
Struktur Organisasi KJKS BMT Amanah Ummah
![]() |
![]() |
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
||||||||||||
3.
Pembahasan Kasus
Contoh kasus yang di ambil :
“Perubahan Aturan dalam Perekrutan Pegawai Baru di KJKS BMT
Amanah Ummah”
Perubahan
aturan mungkin memang sudah wajar terjadi di lingkungan sekitar, baik dalam
perusahaan, lembaga sosial maupun jenis badan lain, termasuk disini perubahan
aturan yang terjadi pada objek yang kita ambil yaitu di KJKS BMT Amanah Ummah, sebenarnya
banyak perubahan yang terjadi, baik dalam sistem, organisasi maupun aturan,
namun dalam hal ini kita lebih mengarah pada Perubahan Aturan dalam Perekrutan
Pegawai Baru yang terjadi di KJKS BMT Amanah Ummah.
Adapun
alur perubahan dalam perekrutan pegawai baru
yang terjadi ialah sebagai berikut :
2014
|
2015
|
Pengajuan lamaran
↓
Tes tulis
↓
Tes wawancara
|
Pengajuan lamaran
↓
Tes tulis (dari perusahaan)
↓
Psikotes (ke lembaga lain)
↓
Tes wawancara (dari HRD)
↓
Tes wawancara
|
Dari
tabel tersebut, dapat kita ketahui bahwa dari tahun 2014 ke tahun 2015 proses
perekrutan pegawai baru lebih selektif, hal ini di karenakan setiap perusahaan
pasti menginginkan calon
karyawan yang potensial dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan
klasifikasi yang diharapkan perusahaan. Sebagaimana 4 prinsip yang di kembangkan oleh Frederick W. Taylor dalam teori klasik yang
menjelaskan bahwa Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut
adalah melalui studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, sistem tarif
berbeda, yaitu karyawan yang lebih produktif dan efisien.
Perubahan
yang sudah terealisasikan dalam perekrutan pegawai baru direalisasikan adalah
adanya psikotes yang dilakukan oleh lembaga khusus perekrutan pegawai, bukan
pihak KJKS BMT Amanah Ummah sendiri. Disini sebagaimana poin kedua dari teori
manajemn klasik yaitu Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para
karyawan dapat diberiakn tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian, adalah
menjadi salah satu pandangan yang bisa kita kaitkan dengan perubahan aturan
perekrutan karyawan.
Perubahan
dalam penerimaan pegawai baru yang di lakukan di KJKS BMT Amanah Ummah juga
merupakan salah satu bentuk dari teori evolusi manajemen , dimana suatu
perusahaan pasti menginginkan perusahaannya bisa maju dan bergerak lebih baik
lagi dengan produktifitas karyawan yang lebih efisiensi, bukannya meminimalisir
pegawai, namun mencetak pegawai yang memiliki keahlian khusus serta tanggung
jawab dalam bidangnya , dimana seorang
pegawai itu nantinya dapat memberikan peran yang baik dalam kemajuan
perusahaan.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dalam
Teori klasik menjelaskan
adanya asumsi jika para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir
logis, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Dimana hal ini juga dikembangkan
dalam 4 prinsip yang diterapkan oleh Frederick W Taylor yang berasumsikan bahwa
Teknik yang digunakan untuk
melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu, pengawasan
fungsional, sistem tarif berbeda, yaitu karyawan yang lebih produktif dan
efisien, sehingga adanya kaitan terhadap permasalahan yang kita ambil mengenai
perubahan aturan dalam perekrutan pegawai baru di KJKS BMT Amanah Ummah, dimana
nantinya dapat kita
ambil kesimpulan dari Permasalahan diatas yaitu proses perekrutan pegawai baru
lebih selektif, hal ini di karenakan setiap perusahaan pasti menginginkan calon karyawan yang potensial dan
memiliki karakteristik yang sesuai dengan klasifikasi yang diharapkan
perusahaan, selain
itu seleksi
ilmiah untuk pegawai agar para pegawai dapat diberikan tugas dan tanggung jawab
sesuai keahlian. Produktifitas
karyawan yang lebih efisiensi, bukannya meminimalisir pegawai, namun mencetak
pegawai yang memiliki keahlian khusus serta tanggung jawab dalam bidangnya, dimana seorang pegawai itu
nantinya dapat memberikan peran yang baik dalam kemajuan perusahaan. Hal ini adalah
menjadi salah satu pandangan yang bisa kita kaitkan dengan perubahan aturan
perekrutan karyawan.
2.
Saran
a.
Penerapan teori evolusi manajamen perlu
dilakukan sebagaimana hubungan dalam seleksi pegawai yang lebih efisien agar
pegawai dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidangnya.
b.
Pemilihan
pegawai yang produktif harus dilakukan dengan seleksi ilmiah yang baik dan
benar agar produktifitas pegawai dapat memberikan peran yang baik dalam
kelancaran kerja dan kemajuan perusahaan.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar