Selasa, 24 Maret 2015

PENGANTAR BISNIS

KELOMPOK 9
Nama kelompok :
-         Ana Kurniawati
-         Dimas Sadewa
-         Riski Robi Pratama
-         Roudlotul Jannah



HALAMAN 260 NO 1,3,4,5

1.               Sebelumnya kita pahami terlebih dahulu apa itu yang dinamakan SWOT. Analisa SWOT merupakan sebuah metode rancangan strategis yang bertujuan untuk mengevaluasi SWOT yakni, Strengths atau kekuatan, Weaknesses atau kelemahan, Opportunities atau peluang serta Threats atau ancaman dalam sebuah usaha bisnis yang direncanakan. Sehingga untuk mengkaitkan antara SWOT dengan  situasi di pasar sekarang sebenarnya dengan adanya SWOT tersebut, dapat membantu kepada para pendiri Karir-karir yang masih dianggap masih Fresh, atau baru. Di era persaingan global yang semaki ketat saat ini, menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengikuti perubahan di bidang pemasaran sesuai dengan kondisi pasar. Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu perusahaan, maka hal yang paling mendasar untuk diperhatikan adalah analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan juga analisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman). Apabila sudah menganalisis lingkungan ini maka pengambilan strategi akan lebih mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini manajamen nantinya akan dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang dapat menunjang kelancaran usaha terutama dalam pengambilan keputusan strategisnya.  Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opprtunities, and Threats) telah menjadi salah satu alat yang berguna dalam dunia industri. Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk digunakan sebagai aplikasi alat bantu pembuatan keputusan dalam pengenalan program-program baru di lembaga pendidikan.
Meskipun sebenarnya analisa SWOT banyak di tujukan untuk penerapan dalam bisnis, ide penggunaan perangkat ini dalam bidang pendidikan bukanlah hal yang sama sekali baru. SWOT adalah teknik yang sudah sederhana, mudah dipahami, dan juga bisa digunakan dalam merumuskan strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan untuk pengelolaan administrasi (administrator). Sehingga, SWOT di sini tidak mempunyai akhir, artinya akan selalu berubah sesuai dengan tuntutan jaman. Untuk kita pribadi, sebenarnya kita masih merasa belum mampu jika kita harus menciptakan karir yang melejit dizaman sekarang. Pengetahuan dan skiil yanbg kita miliki juga tidak begitu banyak, ada tidaknya juga tidak begitu mendukung untuk menjadi pesaing bisnis atau karir pada saat ini. Jika kita memulai karir tanpa ada keterampilan dan pengetahuan yang cukup, sudah barang tentu dapat kita simpulkan, kita akan mudah untuk tersingkir dan kalah dengan pesaing-pesaing bisnis atau karir yang sekarang yang notabennya adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman  dan pengetahuan, serta skill yang bagus. Meskipun alternative SWOT bisa membantu, namun tidak maksimal untuk kita pribadi, karena sudah kita ketahui juga dan kita rasakan apa yang kita punya sekarang belumlah bisa untuk mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu perlu adanya penambahan kualitas dalam diri kita, melalui pengetahuan, skill, maupaun pengalaman, dan yang lainnya, sehingga kita nantinya bisa menyamai dan menjadi pesaing-pesaing bisnis yang mempunyai visi dan misi yang jelas, sehingga nantinya dapat mencapai sasaran dan tujuan yang sudah ditentukan.


3.      Keuntungan dan kerugian menjadi seorang manager ialah :
Keuntungannya yaitu manager memiliki wewenang dan tanggung jawab yang besar untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya, manager memiliki wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga manager bisa mengatur semua jalannya proses perusahaan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah di tentukan sebelumnya.
Kerugian menjadi seorang manager adalah dia harus mempunyai wawasan yang luas, tanggung jawab yang sangat besar, karena seorang manager di tuntut untuk memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang diakui oleh organisasi utk memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan dan mengembangkan kegiatan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Selain itu manager juga harus maampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan, mampu menyelesaikan urusan-urusan melalui orang lain. Mereka mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya dan mengarahkan kegiatan dari orang-orang lain dalam mencapai tujuan. Manajer adalah orang-orang yang mengawasi kegiatan- kegiatan orang-orang lain dan bertanggung jawab atas pencapaian tujuan dalam organisasi. Sehingga Manajer adalah sebagai perencana, penggerak, pengawas jalannya roda organisasi untuk mencapai tujuan. Jadi kerugian menjadi seorang manager pada intinya adaalah hal yang harus di fikirkan cukup besar dan beresiko tnggi.
Dari keuntungan dan kerugian menjadi seorang manager, ukuran bisnis memang membuat adanya suatu perbedaan, karena jika dalam suatu bisnis atau organisasi tersebut tidak terlalu besar, atau di katakanlah bisnis tersebut hanya perorangan, maka tanggung jawab yang harus di miliki manager tidak terlalu besar pula, wewenang dalam memimpin perusahanya hanya sebatas itu-itu saja dan kerugiannya pun tidak sampai beresiko tinggi.
Keuntungan karier dalam bisnis yang mencari laba versus karier dalam organisasi nirlaba yaitu organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Sedangkan untuk bisnis yang mencari laba pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi. Namun keuntungannya dari organisasi nirlaba organisasi nirlaba merupakan subyek pajak. Artinya, seluruh kewajiban subyek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali. Akan tetapi, tidak semua penghasilan yang diperoleh yayasan merupakan obyek pajak. Pemerintah Indonesia memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak untuk mencari laba, sehingga pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang obyek pajak dan bukan obyek pajak. Namun di banyak negara, organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai bebas pajak, sehingga dengan demikian mereka akan terbebas dari pajak penghasilan dan jenis pajak lainnya.
Organisasi nirlaba, non-profit, membutuhkan pengelolaan yang berbeda dengan organisasi profit dan pemerintahan. Pengelolaan organisasi nirlaba dan kriteria-kriteria pencapaian kinerja organisasi tidak berdasar pada pertimbangan ekonomi semata, tetapi sejauhmana masyarakat yang dilayaninya diberdayakan sesuai dengan konteks hidup dan potensi-potensi kemanusiaannya. Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas pelayanan organisasi-organisasi nirlaba. Manusia menjadi pusat sekaligus agen perubahan dan pembaruan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan kesejahteraan, kesetaraan gender, keadilan, dan kedamaian, bebas dari konfilk dan kekerasan
4.      Gaya manager yang paling di sukai dan yang paling efektif menurut kelompok kami adalah :
Gaya managerial yang paling di sukai adalah Free Rein, karena di dalam gaya ini manager memberikan kewenangan kepada bawahan dengan batasan-batasan yang di miliki, manager meberikan keleluasan kepada bawahannya untuk menciptakan ketrampilan, skill dan talentanya yang di dasarkan pada keputusan manager. Sehingga akan di dapatkan hasil yang optimal dan mencapai sasaran yang sudah di tetapkan. Ketika bawahan di berikan kebebasan dengan terlebih dahulu di berikan pengarahan. Agar mereka bisa mengapresiasikan apa yang mereka punya. Untuk itu, benar-benar harus di optimalkan antara keputusan manager dengan kepeminatan bawahan untuk merespon.
Percuma jika manager memberikan kebebasan kepada bawahan namun tidak adanya pengarahan, perusahaan tersebut tidak akan mengalami perkembangan, atau dengan kata lain tidak sesuai dengan tujuan dan sasaran. Sekarang saja sudah banyak kita ketahui bahwa banyak sekali bawahan yang di berikan kebebasan, namun semuanya itu terkadang harus dan mungkin perlu adanya pengawasan (controlling) yang lebih intensif lagi. Sehingga semuanya bisa tetap terarah dan terorganisir dengan baik.
Gaya yang paling efektif adalah gaya Free Rein pula, karena gaya ini mempunyai fungsi yang lebih spesifik, manager menetapkan sasaran dan ketentuan yang mana nantinya akan di lakukan oleh bawahan untuk mencapai puncak pencapaian.
Meskipun kelompok kami berpendapat bahwa gaya managerial yang paling di sukai dan efektif yang acap kali gaya ini di anggap paling berhasil. Namun kita ketahui bahwa gaya managerial kepemimpinan yang berhasil sangat tergantung pada tujuan dan nilai perusahaan, siapa yang di pimpin  dan yang memimpin, serta dalam situasi seperti apa. Tantangan di masa depan adalah untuk memberdayakan tim yang dapat mengelola dirinya sendiri, ini adalah perubahan meninggalkan kepemimpinan otokratis (yaitu gaya kepemimpinan yang menggunakan kekuatan jabatan dan kekutan pribadi secara otoriter, melakukaan sendiri perencanaan tujuan dan pembuatan keputusan dan memotivasi bawahan dengan cara paksaan, sanjungan, kesalahan dan penghargaan untuk mencapai yang telah di tetapkan). Karena pula tidak semua individu mempunyai komitmen yang sesuai dengan perusahaan, tidak semua individu bisa berkooperasi dengan baik dengan perusahaan yang mereka tempati. Riset juga mendukung gagasan bahwa gaya kepemimpinan apapun dapat berhasil tergantung pada orang-orangnya dan situasinya. Bahkan seorang manager dapat menggunakan beragam gaya kepemimpinan, tergantung pada situasi yang ada.
5.                 Berbicara masalah Manajer, memang banyak yang berpendapat tidak semua manajer itu melakukan tugas dan Tuntutannya dengan baik. Kadang seorang manajer hanya duduk dikursi ruangannya saja, menyuruh para bawahannya untuk bekerja, namun disisi lain ada juga yang kerap aktif, dan ikut serta turun ke dunia kerja, atau lebih bisa dikenal dnegan professional. Inilah manajer yang benar-benar bisa dikatakan manajer. Dalam kenyataannya melihat fenomena memprihatinkan berkaitan dengan kejahatan moral, yang ditandai maraknya kasus-kasus korupsi misalnya, menghinggapi sebagian masyarakat serta pejabat negeri. Perilaku sebagai wujud adanya sifat rakus dan tamak dalam pribadi. Merupakan Penyakit kronis ketamakan dan kerakusan pada perilaku korup, guna memperoleh kepuasan hati akan materi, kekuasaan serta syahwat. Diperparah lagi dengan buntut sifat buruk berikutnya yang menyertai, yakni bohong dan tidak jujur. Kebohongan untuk menutupi perilaku ketamakan agar tak terbongkar. Kita lihat para pejabat yang sudah melakukan korupsi, padahal sudah kita ketahui sendiri gaji yang mereka peroleh sudah jutaan, dan belum lagi tetek bengek yang laiinya, yang menghasilkan uang. Namun kenyataannya mereka tetap melakukan korupsi. Gaya hidup mereka yang tinggi, dan keinginan yang tidak ada batasnya membuat mereka menjadi seperti apa yang ada sekarang. Sebenarnya hal yang seperti ini tergantung dengan pribadi orang masing-msing serta lingkungan sekitar. Mereka terkadang menjadikan peluang dan kesempatan tersebut dengan berkorup. Membahas masalah ini tentu moral dan pribadi kita juga harus dibenahi. Kita harus menetapkan dan mempunyai keyakinan bahwa ada yang mengawasi kita, meskipun tidak ada manusia yang tahu. Kenikmatan yang dilakukan juga tidak selamanaya, hanya sesaat saja, lalu ketika sudah terbongkar, hukuman yang akan datang.untuk kita  Tentu saja kita harus membangkitkan keSadaran diri sepenuh hati untuk berubah lebih baik. Perubahan berawal dari hati yang tergerak, maka gerakkan hati kita pada pilihan yang baik. Danperlunya pendidikan karakter yang dimulai sejak dini. Dengan adanya pendidikan tersebut akan ditanamkan nilai-nilai moral pada pribadi maisng-masing.






HALAMAN 296, NO 1,2,3,4,5 DAN HALAMAN 297 NO 3
1.      A
2.      A
3.      A
4.      A
5.                   Menurut kelompok kami, untuk perubahan organisasional yang harus direkomendasikan kepada perusahaan mobil adalah Transitional change. Karena jenis perubahan ini mempunyai system yang bisa kita katakan mampu untuk dijangkau dan di implementasi atau diterapkan, apalagi disuatu perusahaan. Sudah kita ketahui juga sesuai dengan pengertiannya Transitional change adalah implementasi suatu keadaan baru yang sudah diketahui sebelumnya. ini suatu keadaan baru yang sudah diketahui sebelumnya. Cara-cara dalam bekerja diganti dengan proses yang baru. Kuncinya di sini adalah bahwa sistem lama digantikan dengan sistem baru dan sistem baru dikembangkan sebelum implementasi. Sehingga tidak harus membuang sistemn yang sudah ada, akan tetapi tetap memakia system yang lama, yang mana itu nantinya tetap bisa diterapkan. Misalnya saja, untuk saat ini sudah banyak produk jenis mobil-mobil yang mempunyai desain, atau kualitas yang sudah bisa dikatakan luar biasa. Lihat saja dinegara kita tercinta ini mobil-mobil  dari luar negeri sudah dirangkai dan dirangkit sedemikian hingga dengan teknologi yang canggih dan sistem yang sudah di rangkai sebelumnya.mereka masih tetap menggunakan system lama, namunh hanya menambahkan system baru dan mengembangkan yang lama. dengan perubahan biasanya melibatkan beberapa langkah, seperti desain, pengembangan, uji coba, dan pelaksanaan yang bertahap. Berbeda debgab Transformasional change, jenis perubahan ini  adalah perubahan yang muncul dikarenakan  suatu keadaan baru. Ini adalah perubahan radikal di mana Anda pada dasarnya membuang atau menghilangkan apa yang sudah ada untuk diganti sesuatu yang baru, tetapi keadan yang baru ini sama sekali belum diketahui. Keadaan yang baru nanti akan diketahui seiring dengan berjalannya waktu ketika organisasi me-konsep ulang misi, budaya, faktor penentu keberhasilan, bentuk, dan kepemimpinan. Perusahaan harus bisa mengolah untuk sekreatif mungkin menciptakn yang baru, namun tidak permu membuang yang sudah ada. Karena tidak  semua yang sudah ada atau yang lama itu tidak dapat dikembangkan, atau diimplementasikan dizaman sekarang ini.
Sedangkan untuk perusahaan penerbangan kita kira juga harus mengggunakan model perubahan  Transitional change, yang sudha kita bahas diatas. Lihat saja Garuda Indonesia Airways, perusahaan ini sudah mencapai kepada visi dan misi mereka, mencapai kepada harapoan yang mereka susun. Siap disini yang tidak mengetahui Garuda Indonesia Airways,mereka mempunyai innovation, khususnya dalam e-business dan e-Procurement. Selain itu inovasi-inovasi yang dilakukan Garuda juga berupa:. Garuda Indonesiamenggunakan   konsep pelayanan yang dirancang untuk memungkinkan penumpang merasakan pengalaman Indonesia yang terbaik. Dari saat membuat reservasi penerbangan sampai tiba di bandara tujuan, penumpang Garuda dimanjakan dengan layanan yang penuh perhatian dan ramah khas keramahan Indonesia, sebagaimana yang dilambangkan dalam salam standar Garuda Indonesia. Penumpang domestik yang bepergian ke luar negeri akan memperoleh suasana seperti di tanah air sendiri saat berada dalam pesawat Garuda Indonesia, sementara penumpang asing yang menuju Indonesia akan dapat menikmati suasana dan keramahtamahan khas Indonesia, bahkan sebelum mereka menginjakkan kaki di Indonesia. Interior baru di kabin pesawat, Layanan dengan keramahan khas Indonesia.  Immigration on board, dimaksudkan agar penumpang internasional diberikan kemudahan ketika proses imigrasi di bandara tujuan, Dan baru-baru ini Garuda melakukan inovasi dengan penyatuan pembayaran jasa penerbangan atau airport tax ke dalam tiket pesawatnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi antrean di Bandara.
Selain itu dibutuhkan nya strategi yang baik untuk mencapai visi dan misi yang sudah ditentukan. Dalam perusahaan juga harus mempunyai  Kemauan, Kemampuan, dan Keberanian untuk Merestrukturisasi Perusahaan. restrukturisasi merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan suatu organisasi untuk merubah proses dan kendali internalnya dari suatu hirarki vertikal fungsional yang tradisonal, menjadi struktur pipih yang horizontal, lintas fungsional dengan berlandaskan kerjasama tim yang berfokus pada proses yang dapat membuat organisasi lebih nyaman. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi yang diberikan untuk Garuda Indonesia adalah Kualitas pelayanan adalah salah satu faktor penting dalam menjaga loyalitas pelanggan. Hendaknya kualitas yang bagus ini tetap dijaga dan ditingkatkan terus sehingga dengan begitu pelanggan akan selalu merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Di mana kepuasan adalah kunci dari pelanggan yang loyal. Keluhan juga salah satu faktor pembentuk loyalitas karena pelanggan yang loyal akan memberitahukan keluhannya. Hendaknya keluhan tersebut bias menjadi masukan agar pelayanannya lebih baik lagi. Mungkn seperti itu hal kecil yang bisa kami berikan contoh untuk perusahaan penerbangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar