KELOMPOK 9
Nama kelompok :
-
Ana Kurniawati
-
Dimas Sadewa
-
Riski Robi Pratama
-
Roudlotul Jannah
HALAMAN 260 NO 1,3,4,5
1.
Sebelumnya kita pahami terlebih dahulu
apa itu yang dinamakan SWOT. Analisa SWOT merupakan sebuah metode rancangan
strategis yang bertujuan untuk mengevaluasi SWOT yakni, Strengths atau
kekuatan, Weaknesses atau kelemahan, Opportunities atau
peluang serta Threats atau ancaman dalam sebuah usaha bisnis
yang direncanakan. Sehingga untuk mengkaitkan antara SWOT dengan situasi di
pasar sekarang sebenarnya dengan adanya SWOT tersebut, dapat membantu kepada
para pendiri Karir-karir yang masih dianggap masih Fresh, atau baru. Di era persaingan global yang semaki ketat saat ini,
menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengikuti perubahan di bidang pemasaran
sesuai dengan kondisi pasar. Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu
perusahaan, maka hal yang paling mendasar untuk diperhatikan adalah analisis lingkungan
internal (kekuatan dan kelemahan) dan juga analisis lingkungan eksternal
(peluang dan ancaman). Apabila sudah menganalisis lingkungan ini maka
pengambilan strategi akan lebih mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini manajamen
nantinya akan dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang dapat menunjang
kelancaran usaha terutama dalam pengambilan keputusan strategisnya. Analisis SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opprtunities, and Threats) telah menjadi salah satu alat yang
berguna dalam dunia industri. Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk
digunakan sebagai aplikasi alat bantu pembuatan keputusan dalam pengenalan
program-program baru di lembaga pendidikan.
Meskipun
sebenarnya analisa SWOT banyak di tujukan untuk penerapan dalam bisnis, ide
penggunaan perangkat ini dalam bidang pendidikan bukanlah hal yang sama sekali
baru. SWOT adalah teknik
yang sudah sederhana, mudah dipahami, dan juga bisa digunakan dalam merumuskan
strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan untuk pengelolaan administrasi
(administrator). Sehingga, SWOT di sini tidak mempunyai akhir, artinya akan
selalu berubah sesuai dengan tuntutan jaman. Untuk kita pribadi, sebenarnya
kita masih merasa belum mampu jika kita harus menciptakan karir yang melejit
dizaman sekarang. Pengetahuan dan skiil yanbg kita miliki juga tidak begitu
banyak, ada tidaknya juga tidak begitu mendukung untuk menjadi pesaing bisnis
atau karir pada saat ini. Jika kita memulai karir tanpa ada keterampilan dan
pengetahuan yang cukup, sudah barang tentu dapat kita simpulkan, kita akan
mudah untuk tersingkir dan kalah dengan pesaing-pesaing bisnis atau karir yang
sekarang yang notabennya adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan, serta skill yang bagus.
Meskipun alternative SWOT bisa membantu, namun tidak maksimal untuk kita
pribadi, karena sudah kita ketahui juga dan kita rasakan apa yang kita punya
sekarang belumlah bisa untuk mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu perlu
adanya penambahan kualitas dalam diri kita, melalui pengetahuan, skill, maupaun
pengalaman, dan yang lainnya, sehingga kita nantinya bisa menyamai dan menjadi
pesaing-pesaing bisnis yang mempunyai visi dan misi yang jelas, sehingga
nantinya dapat mencapai sasaran dan tujuan yang sudah ditentukan.
3.
Keuntungan dan kerugian menjadi
seorang manager ialah :
Keuntungannya yaitu manager memiliki wewenang
dan tanggung jawab yang besar untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau
organisasi yang dipimpinnya, manager memiliki wewenang formal untuk
mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab,
supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan,
sehingga manager bisa mengatur semua jalannya proses perusahaan sesuai dengan
tujuan dan sasaran yang telah di tentukan sebelumnya.
Kerugian menjadi seorang manager adalah
dia harus mempunyai wawasan yang luas, tanggung jawab yang sangat besar, karena
seorang manager di tuntut untuk memiliki pengalaman, pengetahuan, dan
keterampilan yang diakui oleh organisasi utk memimpin, mengatur, mengelola,
mengendalikan dan mengembangkan kegiatan organisasi dalam rangka mencapai
tujuan. Selain itu manager juga harus maampu membuat orang-orang dalam
organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi
memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan, mampu menyelesaikan urusan-urusan
melalui orang lain. Mereka mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya dan
mengarahkan kegiatan dari orang-orang lain dalam mencapai tujuan. Manajer
adalah orang-orang yang mengawasi kegiatan- kegiatan orang-orang lain dan
bertanggung jawab atas pencapaian tujuan dalam organisasi. Sehingga Manajer
adalah sebagai perencana, penggerak, pengawas jalannya roda organisasi untuk
mencapai tujuan. Jadi kerugian menjadi seorang manager pada intinya adaalah hal
yang harus di fikirkan cukup besar dan beresiko tnggi.
Dari keuntungan dan kerugian menjadi
seorang manager, ukuran bisnis memang membuat adanya suatu perbedaan, karena
jika dalam suatu bisnis atau organisasi tersebut tidak terlalu besar, atau di
katakanlah bisnis tersebut hanya perorangan, maka tanggung jawab yang harus di
miliki manager tidak terlalu besar pula, wewenang dalam memimpin perusahanya
hanya sebatas itu-itu saja dan kerugiannya pun tidak sampai beresiko tinggi.
Keuntungan karier dalam bisnis yang mencari laba versus karier dalam
organisasi nirlaba yaitu organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba).
Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi
nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Sedangkan untuk bisnis yang
mencari laba pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya.
Dalam hal donatur, organisasi
nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba
yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan
usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas
siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur
Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan.
Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi. Namun keuntungannya dari
organisasi nirlaba organisasi nirlaba merupakan subyek pajak. Artinya, seluruh
kewajiban subyek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali. Akan tetapi, tidak
semua penghasilan yang diperoleh yayasan merupakan obyek pajak. Pemerintah Indonesia
memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak untuk mencari laba, sehingga
pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang obyek pajak dan bukan obyek
pajak. Namun di banyak negara, organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai
bebas pajak, sehingga dengan demikian mereka akan terbebas dari pajak
penghasilan dan jenis pajak lainnya.
Organisasi nirlaba, non-profit, membutuhkan pengelolaan yang berbeda
dengan organisasi profit dan pemerintahan. Pengelolaan organisasi nirlaba dan
kriteria-kriteria pencapaian kinerja organisasi tidak berdasar pada
pertimbangan ekonomi semata, tetapi sejauhmana masyarakat yang dilayaninya
diberdayakan sesuai dengan konteks hidup dan potensi-potensi kemanusiaannya.
Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas pelayanan
organisasi-organisasi nirlaba. Manusia menjadi pusat sekaligus agen perubahan
dan pembaruan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan
kesejahteraan, kesetaraan gender, keadilan, dan kedamaian, bebas dari konfilk
dan kekerasan
4.
Gaya manager yang paling di sukai dan yang paling
efektif menurut kelompok kami adalah :
Gaya managerial yang paling di sukai adalah Free Rein, karena di dalam
gaya ini manager memberikan kewenangan kepada bawahan dengan batasan-batasan yang
di miliki, manager meberikan keleluasan kepada bawahannya untuk menciptakan
ketrampilan, skill dan talentanya yang di dasarkan pada keputusan manager.
Sehingga akan di dapatkan hasil yang optimal dan mencapai sasaran yang sudah di
tetapkan. Ketika bawahan di berikan kebebasan dengan terlebih dahulu di berikan
pengarahan. Agar mereka bisa mengapresiasikan apa yang mereka punya. Untuk itu,
benar-benar harus di optimalkan antara keputusan manager dengan kepeminatan
bawahan untuk merespon.
Percuma jika manager memberikan kebebasan kepada bawahan namun tidak
adanya pengarahan, perusahaan tersebut tidak akan mengalami perkembangan, atau
dengan kata lain tidak sesuai dengan tujuan dan sasaran. Sekarang saja sudah
banyak kita ketahui bahwa banyak sekali bawahan yang di berikan kebebasan,
namun semuanya itu terkadang harus dan mungkin perlu adanya pengawasan
(controlling) yang lebih intensif lagi. Sehingga semuanya bisa tetap terarah
dan terorganisir dengan baik.
Gaya yang paling efektif adalah gaya Free Rein pula, karena gaya ini
mempunyai fungsi yang lebih spesifik, manager menetapkan sasaran dan ketentuan
yang mana nantinya akan di lakukan oleh bawahan untuk mencapai puncak
pencapaian.
Meskipun kelompok kami berpendapat bahwa gaya managerial yang paling di
sukai dan efektif yang acap kali gaya ini di anggap paling berhasil. Namun kita
ketahui bahwa gaya managerial kepemimpinan yang berhasil sangat tergantung pada
tujuan dan nilai perusahaan, siapa yang di pimpin dan yang memimpin, serta dalam situasi
seperti apa. Tantangan di masa depan adalah untuk memberdayakan tim yang dapat
mengelola dirinya sendiri, ini adalah perubahan meninggalkan kepemimpinan
otokratis (yaitu gaya kepemimpinan yang menggunakan kekuatan jabatan dan kekutan
pribadi secara otoriter, melakukaan sendiri perencanaan tujuan dan pembuatan
keputusan dan memotivasi bawahan dengan cara paksaan, sanjungan, kesalahan dan
penghargaan untuk mencapai yang telah di tetapkan). Karena pula tidak semua
individu mempunyai komitmen yang sesuai dengan perusahaan, tidak semua individu
bisa berkooperasi dengan baik dengan perusahaan yang mereka tempati. Riset juga
mendukung gagasan bahwa gaya kepemimpinan apapun dapat berhasil tergantung pada
orang-orangnya dan situasinya. Bahkan seorang manager dapat menggunakan beragam
gaya kepemimpinan, tergantung pada situasi yang ada.
5.
Berbicara masalah Manajer, memang
banyak yang berpendapat tidak semua manajer itu melakukan tugas dan Tuntutannya
dengan baik. Kadang seorang manajer hanya duduk dikursi ruangannya saja,
menyuruh para bawahannya untuk bekerja, namun disisi lain ada juga yang kerap
aktif, dan ikut serta turun ke dunia kerja, atau lebih bisa dikenal dnegan
professional. Inilah manajer yang benar-benar bisa dikatakan manajer. Dalam
kenyataannya melihat fenomena memprihatinkan
berkaitan dengan kejahatan moral, yang ditandai maraknya kasus-kasus korupsi
misalnya, menghinggapi sebagian masyarakat serta pejabat negeri. Perilaku
sebagai wujud adanya sifat rakus dan tamak dalam pribadi. Merupakan Penyakit
kronis ketamakan dan kerakusan pada perilaku korup, guna memperoleh kepuasan
hati akan materi, kekuasaan serta syahwat. Diperparah lagi dengan buntut sifat
buruk berikutnya yang menyertai, yakni bohong dan tidak jujur. Kebohongan untuk
menutupi perilaku ketamakan agar tak terbongkar. Kita lihat para pejabat yang
sudah melakukan korupsi, padahal sudah kita ketahui sendiri gaji yang mereka
peroleh sudah jutaan, dan belum lagi tetek bengek yang laiinya, yang
menghasilkan uang. Namun kenyataannya mereka tetap melakukan korupsi. Gaya
hidup mereka yang tinggi, dan keinginan yang tidak ada batasnya membuat mereka
menjadi seperti apa yang ada sekarang. Sebenarnya hal yang seperti ini
tergantung dengan pribadi orang masing-msing serta lingkungan sekitar. Mereka
terkadang menjadikan peluang dan kesempatan tersebut dengan berkorup. Membahas
masalah ini tentu moral dan pribadi kita juga harus dibenahi. Kita harus
menetapkan dan mempunyai keyakinan bahwa ada yang mengawasi kita, meskipun
tidak ada manusia yang tahu. Kenikmatan yang dilakukan juga tidak selamanaya,
hanya sesaat saja, lalu ketika sudah terbongkar, hukuman yang akan datang.untuk
kita Tentu saja kita harus membangkitkan
keSadaran diri sepenuh hati untuk berubah lebih baik. Perubahan berawal dari
hati yang tergerak, maka gerakkan hati kita pada pilihan yang baik. Danperlunya
pendidikan karakter yang dimulai sejak dini. Dengan adanya pendidikan tersebut
akan ditanamkan nilai-nilai moral pada pribadi maisng-masing.
HALAMAN
296, NO 1,2,3,4,5 DAN HALAMAN 297 NO 3
1.
A
2.
A
3.
A
4.
A
5.
Menurut kelompok kami, untuk
perubahan organisasional yang harus direkomendasikan kepada perusahaan mobil
adalah Transitional
change. Karena jenis perubahan ini mempunyai system yang bisa kita katakan
mampu untuk dijangkau dan di
implementasi atau diterapkan, apalagi disuatu perusahaan. Sudah kita ketahui
juga sesuai dengan pengertiannya Transitional
change adalah implementasi
suatu keadaan baru yang sudah diketahui sebelumnya. ini suatu keadaan baru yang
sudah diketahui sebelumnya. Cara-cara dalam bekerja diganti dengan proses yang
baru. Kuncinya di sini adalah bahwa sistem lama digantikan dengan sistem baru
dan sistem baru dikembangkan sebelum implementasi. Sehingga tidak harus
membuang sistemn yang sudah ada, akan tetapi tetap memakia system yang lama,
yang mana itu nantinya tetap bisa diterapkan. Misalnya saja, untuk saat ini
sudah banyak produk jenis mobil-mobil yang mempunyai desain, atau kualitas yang
sudah bisa dikatakan luar biasa. Lihat saja dinegara kita tercinta ini mobil-mobil dari luar negeri sudah dirangkai dan
dirangkit sedemikian hingga dengan teknologi yang canggih dan sistem yang sudah
di rangkai sebelumnya.mereka masih tetap menggunakan system lama, namunh hanya
menambahkan system baru dan mengembangkan yang lama. dengan perubahan biasanya
melibatkan beberapa langkah, seperti desain, pengembangan, uji coba, dan
pelaksanaan yang bertahap. Berbeda debgab Transformasional change, jenis perubahan ini adalah perubahan yang muncul
dikarenakan suatu keadaan baru. Ini adalah
perubahan radikal di mana Anda pada dasarnya membuang atau menghilangkan apa
yang sudah ada untuk diganti sesuatu yang baru, tetapi keadan yang baru ini
sama sekali belum diketahui. Keadaan yang baru nanti akan diketahui seiring
dengan berjalannya waktu ketika organisasi me-konsep ulang misi, budaya, faktor
penentu keberhasilan, bentuk, dan kepemimpinan. Perusahaan harus bisa
mengolah untuk sekreatif mungkin menciptakn yang baru, namun tidak permu
membuang yang sudah ada. Karena tidak
semua yang sudah ada atau yang lama itu tidak dapat dikembangkan, atau
diimplementasikan dizaman sekarang ini.
Sedangkan untuk perusahaan penerbangan
kita kira juga harus mengggunakan model perubahan Transitional
change, yang sudha kita bahas diatas. Lihat saja Garuda Indonesia Airways,
perusahaan ini sudah mencapai kepada visi dan misi mereka, mencapai kepada
harapoan yang mereka susun. Siap disini yang tidak mengetahui Garuda Indonesia
Airways,mereka mempunyai innovation, khususnya dalam e-business dan
e-Procurement. Selain itu inovasi-inovasi yang dilakukan Garuda
juga berupa:. Garuda Indonesiamenggunakan konsep pelayanan yang
dirancang untuk memungkinkan penumpang merasakan pengalaman Indonesia yang
terbaik. Dari saat membuat reservasi penerbangan sampai tiba di bandara tujuan,
penumpang Garuda dimanjakan dengan layanan yang penuh perhatian dan ramah khas
keramahan Indonesia, sebagaimana yang dilambangkan dalam salam standar Garuda
Indonesia. Penumpang domestik yang bepergian ke luar negeri akan memperoleh
suasana seperti di tanah air sendiri saat berada dalam pesawat Garuda
Indonesia, sementara penumpang asing yang menuju Indonesia akan dapat menikmati
suasana dan keramahtamahan khas Indonesia, bahkan sebelum mereka menginjakkan
kaki di Indonesia. Interior baru di kabin pesawat, Layanan dengan
keramahan khas Indonesia. Immigration on board, dimaksudkan
agar penumpang internasional diberikan kemudahan ketika proses imigrasi di
bandara tujuan, Dan baru-baru ini Garuda melakukan inovasi dengan penyatuan
pembayaran jasa penerbangan atau airport tax ke dalam tiket pesawatnya. Hal ini
dilakukan untuk mengurangi antrean di Bandara.
Selain itu dibutuhkan nya strategi yang baik untuk mencapai visi dan misi
yang sudah ditentukan. Dalam perusahaan
juga harus mempunyai Kemauan, Kemampuan, dan Keberanian untuk
Merestrukturisasi Perusahaan. restrukturisasi merupakan sebuah aktivitas
yang dilakukan suatu organisasi untuk merubah proses dan kendali internalnya
dari suatu hirarki vertikal fungsional yang tradisonal, menjadi struktur pipih
yang horizontal, lintas fungsional dengan berlandaskan kerjasama tim yang
berfokus pada proses yang dapat membuat organisasi lebih nyaman. Oleh karena
itu, beberapa rekomendasi yang diberikan untuk Garuda Indonesia adalah Kualitas
pelayanan adalah salah satu faktor penting dalam menjaga loyalitas pelanggan.
Hendaknya kualitas yang bagus ini tetap dijaga dan ditingkatkan terus sehingga
dengan begitu pelanggan akan selalu merasa puas akan pelayanan yang diberikan.
Di mana kepuasan adalah kunci dari pelanggan yang loyal. Keluhan juga salah
satu faktor pembentuk loyalitas karena pelanggan yang loyal akan memberitahukan
keluhannya. Hendaknya keluhan tersebut bias menjadi masukan agar pelayanannya
lebih baik lagi. Mungkn seperti itu hal kecil yang bisa kami berikan contoh
untuk perusahaan penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar